Negara NATO Ini Bakal Melarang Kumandang Azan
Jum'at, 26 Juni 2026 - 07:29 WIB
“Seruan azan seharusnya tidak terdengar di atas atap-atap rumah di Denmark,” katanya kepada Ritzau.
“Hal ini tidak memiliki tempat di Denmark, dan Anda seharusnya tidak ragu apakah Anda berada di pinggiran kota Islamabad ketika berjalan-jalan di Denmark," paparnya.
Azan secara tradisional dikumandangkan lima kali sehari guna memanggil umat Muslim untuk salat. Di beberapa negara, azan disiarkan melalui pengeras suara yang terpasang di masjid atau menara.
Beberapa kota Denmark, termasuk Kopenhagen, telah membatasi siaran azan luar ruangan melalui peraturan kebisingan setempat. Namun, Bodskov mengatakan “Islamisasi” masih mengambil terlalu banyak ruang publik di Denmark, sebuah negara dengan sekitar enam juta penduduk dengan perkiraan populasi Muslim sekitar 270.000 dan sekitar 100 masjid.
Pernyataan Bodskov muncul ketika Perdana Menteri (PM) Mette Frederiksen memulai masa jabatan ketiganya secara berturut-turut setelah partai Sosial Demokrat-nya mengalami hasil pemilu terburuk dalam lebih dari satu abad pada bulan Maret, yang dilanda kemarahan pemilih atas biaya hidup, tekanan kesejahteraan, dan migrasi.
“Hal ini tidak memiliki tempat di Denmark, dan Anda seharusnya tidak ragu apakah Anda berada di pinggiran kota Islamabad ketika berjalan-jalan di Denmark," paparnya.
Azan secara tradisional dikumandangkan lima kali sehari guna memanggil umat Muslim untuk salat. Di beberapa negara, azan disiarkan melalui pengeras suara yang terpasang di masjid atau menara.
Beberapa kota Denmark, termasuk Kopenhagen, telah membatasi siaran azan luar ruangan melalui peraturan kebisingan setempat. Namun, Bodskov mengatakan “Islamisasi” masih mengambil terlalu banyak ruang publik di Denmark, sebuah negara dengan sekitar enam juta penduduk dengan perkiraan populasi Muslim sekitar 270.000 dan sekitar 100 masjid.
Pernyataan Bodskov muncul ketika Perdana Menteri (PM) Mette Frederiksen memulai masa jabatan ketiganya secara berturut-turut setelah partai Sosial Demokrat-nya mengalami hasil pemilu terburuk dalam lebih dari satu abad pada bulan Maret, yang dilanda kemarahan pemilih atas biaya hidup, tekanan kesejahteraan, dan migrasi.
Lihat Juga :