Negara NATO Ini Bakal Melarang Kumandang Azan

Jum'at, 26 Juni 2026 - 07:29 WIB
Sementara itu, Partai Rakyat Denmark—partai sayap kanan—hampir melipatgandakan dukungannya setelah berkampanye untuk nol migrasi bersih Muslim.

Frederiksen menanggapi dengan memperkeras pendiriannya tentang visibilitas Islam dalam kehidupan publik, termasuk seruan untuk memperluas larangan cadar di Denmark ke sekolah dan universitas serta menghapus ruang salat dari kampus.

Sebelumnya, pemerintahannya juga mendukung aturan suaka yang lebih ketat, undang-undang "ghetto" yang menargetkan daerah dengan populasi migran yang besar, dan langkah-langkah yang memungkinkan pihak berwenang untuk memindahkan penduduk dari lingkungan yang dianggap kurang terintegrasi.

Para pendukung usulan larangan azan mengatakan bahwa hal itu akan melindungi ruang publik sekuler Denmark dan mencegah praktik Islam mengubah lanskap suara negara, sementara para kritikus berpendapat bahwa hal itu menargetkan satu agama dan dapat melanggar perlindungan konstitusional untuk ibadah publik.

Eropa mengalami reaksi balik yang lebih luas terhadap migrasi dan praktik Islam di ruang publik, dengan negara-negara seperti Belanda, Belgia, Austria, Swiss, dan Denmark baru-baru ini mengadopsi larangan penutup wajah penuh atau sebagian.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!