Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radioaktif

Minggu, 14 Juni 2026 - 20:29 WIB
MUFG terhubung dengan Mitsubishi Heavy Industries (MHI) yang membuat kapal perang modern seperti fregat Kelas Mogami. The Australian pada 26 Februari 2026 melaporkan bahwa MHI membangun tiga fregat di Jepang dan tiga unit di Australia yang akan diserahkan ke pembeli; Angkatan Laut Australia.

Untuk memasok magnet dan komponen berbasis logam tanah jarang, MHI mengandalkan pasokan dari Lynas. Menurut laporan tradingview.com pada 7 Januari 2026, karena larangan ekspor logam tanah jarang dari China ke industri senjata Jepang, pemasok di luar China menangguk keuntungan.

Saham Lynas Rare Earth Lt di Australia naik 16 persen, sedangkan perusahaan Jepang; Toyo Engineering Corp, naik 20 persen karena dinilai berhasil mengembangkan teknologi menambang logam tanah jarang dari dasar laut.

Bahaya Radioaktif



Pasokan kebutuhan produksi senjata dan industri Jepang tersebut memicu persoalan lain yakni masalah kesehatan dan keselamatan warga terutama di Negara Bagian Pahang, Malaysia. Bahaya kesehatan itu dipicu oleh limbah radioaktif dari produksi logam tanah jarang yang berasal dari Pabrik Lynas Rare Earth Malaysia, di Gebeng Industrial Park, yang sudah lebih dari dua dasawarsa didemo warga.

Sebelum berdiri, warga setempat sudah menggelar unjuk rasa karena ketakutan pada paparan radioaktif. Selanjutnya setelah beroperasi pada November 2012, berbagai elemen warga rutin menuntut penutupan Lynas Rare Earth di China-Malaysia Industrial Park, Gebeng.

Dalam fase produksi tahap satu, logam tanah jarang selalu menghasilkan limbah radio aktif yang berbahaya bagi masyarakat. Hal itu sudah pernah terjadi di Malaysia pada dekade 1980-an.

Channel News Asia (CNA) dalam tayangan 5 November 2023 berjudul "Kota Malaysia Masih Dihantui Polusi Radioaktif" menceritakan sisa limbah radio aktif Mitsubishi Chemicals di Bukit Merah, Negara Bagian Ipoh, Malaysia, yang ditutup tahun 1984.

Limbah radio aktif di Bukit Merah itu merupakan sisa produksi logam tanah jarang yang dilakukan korporasi Mitsubishi Chemicals di tahun 1980-an. Bukit dan danau besar bekas penambangan dan penyimpanan limbah menimbulkan kecemasan warga hingga kini.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!