3 Fakta Robot Ukraina yang Membunuh Ribuan Tentara Rusia
Selasa, 02 Juni 2026 - 01:10 WIB
Ukraina menggunakan robot untuk membunuh ribuan tentara Rusia. Foto/NDTV
MOSKOW - Perang Ukraina melawan Rusia semakin banyak dilakukan oleh mesin daripada tentara di medan perang. Jauh dari garis depan, para komandan yang pernah bertempur dalam beberapa pertempuran paling berdarah dalam perang tersebut kini mengarahkan serangan melalui layar, siaran langsung, dan drone, alih-alih memimpin pasukan ke medan pertempuran.
Menurut laporan CNN, satu operasi dapat melibatkan beberapa robot bermuatan bahan peledak yang menargetkan posisi Rusia tanpa satu pun tentara Ukraina menginjakkan kaki di darat. Serangan tersebut dipantau dari drone pengintai di atas sementara operator memandu mesin dari jarak jauh dari pusat kendali.
Pada bulan April, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan pasukan Ukraina, untuk pertama kalinya, telah merebut posisi Rusia hanya menggunakan robot dan drone. Ia juga mengatakan bahwa sistem tanpa awak telah melakukan 22.000 misi sejak awal tahun.
Menurut laporan CNN, satu operasi dapat melibatkan beberapa robot bermuatan bahan peledak yang menargetkan posisi Rusia tanpa satu pun tentara Ukraina menginjakkan kaki di darat. Serangan tersebut dipantau dari drone pengintai di atas sementara operator memandu mesin dari jarak jauh dari pusat kendali.
3 Fakta Robot Ukraina yang Membunuh Ribuan Tentara Rusia
1. Solusi Atasi Kekurangan Prajurit
Dihadapi dengan kekurangan tenaga kerja yang berkepanjangan dan ketidakpastian atas dukungan Barat yang berkelanjutan, Ukraina telah dengan cepat memperluas penggunaan sistem tak berawaknya. Drone, kendaraan robot, dan platform senjata yang dikendalikan dari jarak jauh kini memainkan peran yang semakin besar dalam upaya perang Kyiv, memberikannya keunggulan teknologi terhadap kekuatan Rusia yang lebih besar.Pada bulan April, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan pasukan Ukraina, untuk pertama kalinya, telah merebut posisi Rusia hanya menggunakan robot dan drone. Ia juga mengatakan bahwa sistem tanpa awak telah melakukan 22.000 misi sejak awal tahun.
Lihat Juga :