Trump Blakblakan AS-China Perang Siber dan Spionase: 'Kami Memata-matai Mereka Habis-habisan!'
Minggu, 17 Mei 2026 - 06:39 WIB
"Tidak ada komunikasi elektronik yang aman di China," kata Bill Gage, mantan agen khusus Secret Service dan sekarang direktur perlindungan eksekutif untuk Safehaven Security Group, kepada Fox News.
"Kami selalu memberi tahu orang-orang untuk berasumsi bahwa semua yang Anda katakan dan lakukan—baik secara langsung maupun digital—dapat dipantau," kata Theresa Payton, mantan kepala petugas informasi Gedung Putih dan CEO Fortalice Solutions.
Setelah berakhirnya KTT, para pejabat AS membuang semua perangkat dan hadiah yang dikeluarkan oleh China ke tempat sampah di bawah tangga Air Force One.
Sebelum menaiki Air Force One untuk kembali ke Amerika Serikat, staf Gedung Putih, personel Secret Service, dan jurnalis yang ikut dalam perjalanan diharuskan menyerahkan semua barang yang diberikan oleh tuan rumah mereka di China, seperti ponsel pintar sementara (burner phone), kartu identitas resmi, lencana delegasi, hadiah kenang-kenangan, dan tas suvenir.
"Kami selalu memberi tahu orang-orang untuk berasumsi bahwa semua yang Anda katakan dan lakukan—baik secara langsung maupun digital—dapat dipantau," kata Theresa Payton, mantan kepala petugas informasi Gedung Putih dan CEO Fortalice Solutions.
Setelah berakhirnya KTT, para pejabat AS membuang semua perangkat dan hadiah yang dikeluarkan oleh China ke tempat sampah di bawah tangga Air Force One.
Sebelum menaiki Air Force One untuk kembali ke Amerika Serikat, staf Gedung Putih, personel Secret Service, dan jurnalis yang ikut dalam perjalanan diharuskan menyerahkan semua barang yang diberikan oleh tuan rumah mereka di China, seperti ponsel pintar sementara (burner phone), kartu identitas resmi, lencana delegasi, hadiah kenang-kenangan, dan tas suvenir.
(mas)
Lihat Juga :