Trump Blakblakan AS-China Perang Siber dan Spionase: 'Kami Memata-matai Mereka Habis-habisan!'

Minggu, 17 Mei 2026 - 06:39 WIB
loading...
Trump Blakblakan AS-China...
Presiden Donald Trump blakblakan bahwa AS dan China sedang perang siber dan spionase. Itu bahkan dibahas dalam pertemuannya dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing. Foto/The New York Times/Kenny Holston
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump blakblakan bahwa Amerika dan China memang terlibat perang siber dan spionase. Dia mengakui masalah itu dibahas dalam pertemuannya dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing.

Dalam pernyataan terus terang kepada wartawan di atas pesawat Air Force One setelah pertemuan puncak diplomatik tersebut, Trump mengatakan: "Kami juga memata-matai mereka habis-habisan!"

Baca Juga: Sosok Eileen Wang, Wali Kota di AS yang Ketahuan Jadi Mata-mata China

Ketika ditanya apakah dia berbicara dengan Xi Jinping tentang serangan siber yang dilakukan China di AS, Trump berkata, "Ya. Dia berbicara tentang serangan yang kami lakukan di China. Anda tahu, apa yang mereka lakukan, kami juga melakukannya."

Bahkan, Trump mengaku bahwa dia mengatakan kepada Xi Jinping, "Kami melakukan banyak hal kepada Anda yang tidak Anda ketahui."

"Anda melakukan hal-hal kepada kami yang mungkin kami ketahui, tetapi kami juga melakukan banyak hal. Ini seperti pedang bermata dua," kata Trump.

Amerika Serikat dan China terlibat dalam persaingan spionase siber dan pengumpulan intelijen yang terus-menerus, dengan kedua negara saling mengidentifikasi satu sama lain sebagai ancaman siber utama mereka.

Delegasi Trump Masuk China Tanpa Ponsel Pribadi


Ketika delegasi AS mengunjungi China untuk pertemuan puncak (KTT) dua hari, tindakan pencegahan keamanan siber yang lebih ketat diambil. Trump dan para pejabat yang menyertainya telah meninggalkan ponsel pribadi mereka.

Mereka justru memilih untuk membawa perangkat "bersih" yang dibatasi, laptop sementara, dan sistem komunikasi terkontrol yang dirancang untuk mengurangi risiko pengawasan dan peretasan di China, menurut laporan Fox News, Minggu (17/5/2026).

Para pejabat Amerika mengatakan kepada media tersebut bahwa langkah-langkah ini diambil dengan mempertimbangkan kekhawatiran yang telah lama ada di dalam pemerintahan AS, yang menganggap China sebagai "salah satu lingkungan siber paling agresif di dunia".

"Tidak ada komunikasi elektronik yang aman di China," kata Bill Gage, mantan agen khusus Secret Service dan sekarang direktur perlindungan eksekutif untuk Safehaven Security Group, kepada Fox News.

"Kami selalu memberi tahu orang-orang untuk berasumsi bahwa semua yang Anda katakan dan lakukan—baik secara langsung maupun digital—dapat dipantau," kata Theresa Payton, mantan kepala petugas informasi Gedung Putih dan CEO Fortalice Solutions.

Setelah berakhirnya KTT, para pejabat AS membuang semua perangkat dan hadiah yang dikeluarkan oleh China ke tempat sampah di bawah tangga Air Force One.

Sebelum menaiki Air Force One untuk kembali ke Amerika Serikat, staf Gedung Putih, personel Secret Service, dan jurnalis yang ikut dalam perjalanan diharuskan menyerahkan semua barang yang diberikan oleh tuan rumah mereka di China, seperti ponsel pintar sementara (burner phone), kartu identitas resmi, lencana delegasi, hadiah kenang-kenangan, dan tas suvenir.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Aktor Breaking Bad Giancarlo...
Aktor 'Breaking Bad' Giancarlo Esposito Masuk Islam saat Syuting di Arab Saudi
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Israel Bom Lebanon,...
Israel Bom Lebanon, Iran Murka Bakal Kembali Tutup Selat Hormuz
Wapres AS Blak-blakan:...
Wapres AS Blak-blakan: Trump Tak Akur dengan Netanyahu soal Perang Iran
Rekomendasi
IHSG Menghijau di Awal...
IHSG Menghijau di Awal Pekan, Pagi Ini Sentuh Level 6.217
Apple Setuju Berkolaborasi...
Apple Setuju Berkolaborasi dengan Intel untuk Merancang dan Memproduksi Chip
Ilmuwan Temukan Pemangsa...
Ilmuwan Temukan Pemangsa Jamur Zombie Cordyceps The Last of Us di Hutan Kalimantan
Berita Terkini
Ledakan Dahsyat Guncang...
Ledakan Dahsyat Guncang Situs LNG Qatar, 54 Orang Terluka, 18 Hilang
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved