Tak Hanya Tarik 5.000 Tentara, AS Juga Tak Akan Tempatkan Rudal Tomahawk di Jerman
Senin, 04 Mei 2026 - 10:51 WIB
Rudal jelajah Tomahawk, yang dijanjikan oleh Presiden AS saat itu Joe Biden pada tahun 2024, yang memiliki jangkauan yang mampu mencapai wilayah Rusia, dimaksudkan untuk memperkuat kemampuan pencegahan Jerman sampai Eropa mengembangkan rudal jenis ini sendiri.
Menanggapi aspek pembagian nuklir AS, Merz mengatakan: “Sama sekali tidak ada kompromi. Tidak ada pembatasan pada komitmen AS terhadap pencegahan nuklir di wilayah NATO. Tidak ada keraguan sama sekali tentang hal itu.”
Merz menggambarkan penarikan lebih dari 5.000 tentara AS dari Jerman, yang diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump pada hari Jumat, sebagai “bukan hal baru.”
Dia mencatat bahwa ini adalah kontingen yang ditempatkan oleh pendahulu Trump, Biden, secara sementara, dan bahwa penarikan tentara tersebut telah dibahas cukup lama. “Mungkin agak berlebihan, tetapi bukan hal baru,” kata pemimpin Jerman tersebut.
Dia juga membantah adanya hubungan langsung antara pengumuman Trump dan pernyataan kritisnya sendiri tentang perang AS-Israel melawan Iran, dengan mengatakan “tidak ada hubungan.”
Menanggapi aspek pembagian nuklir AS, Merz mengatakan: “Sama sekali tidak ada kompromi. Tidak ada pembatasan pada komitmen AS terhadap pencegahan nuklir di wilayah NATO. Tidak ada keraguan sama sekali tentang hal itu.”
Merz menggambarkan penarikan lebih dari 5.000 tentara AS dari Jerman, yang diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump pada hari Jumat, sebagai “bukan hal baru.”
Dia mencatat bahwa ini adalah kontingen yang ditempatkan oleh pendahulu Trump, Biden, secara sementara, dan bahwa penarikan tentara tersebut telah dibahas cukup lama. “Mungkin agak berlebihan, tetapi bukan hal baru,” kata pemimpin Jerman tersebut.
Dia juga membantah adanya hubungan langsung antara pengumuman Trump dan pernyataan kritisnya sendiri tentang perang AS-Israel melawan Iran, dengan mengatakan “tidak ada hubungan.”
Lihat Juga :