Operasi Penyelamatan 1 Pilot dan 1 Kru F-15E AS Tak Melibatkan Pasukan Darat

Sabtu, 04 April 2026 - 14:30 WIB

3. Tidak Mengirimkan Pasukan Darat

Sementara itu, Harlan Ullman, mantan perwira senior angkatan laut AS dan penasihat senior di Atlantic Council, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa operasi AS apa pun untuk menyelamatkan pilot dari jet tempur F-15E yang jatuh akan "sangat berbahaya".

Militer AS kemungkinan akan meluncurkan "operasi infanteri, yang menggunakan helikopter, pesawat tempur AC-130, yang akan terbang di ketinggian rendah, dan mereka sangat rentan," katanya.

“Tim kami adalah yang terbaik di bidangnya, dan mereka akan melakukan yang terbaik untuk menyelamatkan awak pesawat kedua. Pertanyaannya adalah, bagaimana kondisi awak pesawat tersebut? Apakah dia terluka akibat terjun payung? Apakah dia memiliki cukup perlengkapan untuk bertahan hidup? Dan apakah kita akan mampu masuk ke sana cukup cepat untuk menyelamatkannya?” tanyanya.

Operasi ini kemungkinan besar tidak akan melibatkan pasukan darat, katanya.

“Operasi akan dilakukan secepat mungkin. Yang perlu dilakukan adalah menemukan posisi penerbang yang jatuh, dan kemudian mengisolasi medan, sehingga kita dapat mencegah tentara musuh mendekat, dan kemudian masuk dengan cepat, mungkin menjemputnya dengan helikopter,” katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!