Kehidupan Kristen di China: Regulasi Ketat Batasi Kegiatan Amal Gereja

Jum'at, 13 Februari 2026 - 13:55 WIB
“Kami tidak mencari untuk menantang sistem apa pun; kami ingin mengikuti ajaran Alkitab dalam menolong mereka yang membutuhkan,” ujarnya.

“Namun ketika niat baik dibatasi oleh lapisan demi lapisan pembatasan, dan ‘mengasihi sesama seperti diri sendiri’ menjadi cita-cita yang sulit dicapai, kebingungan dan rasa tidak berdaya pun muncul,” sambung Vivian.

Sebagai seorang yang beriman, Vivian mengatakan dirinya terus berupaya menyeimbangkan realitas dengan keyakinan. Dia menekankan bahwa pengabdian sejati tidak hanya terbatas pada kegiatan ibadah formal.

“Saya semakin yakin bahwa pengabdian sejati melampaui pertemuan, khotbah, nyanyian rohani, dan doa—iman harus terwujud dalam kehidupan sehari-hari,” paparnya.

Dia berharap suatu hari nanti umat dapat lebih leluasa mengekspresikan kasih dalam tindakan nyata, termasuk dengan membantu anak yatim dan mereka yang membutuhkan, sehingga “cahaya iman dapat menghangatkan lebih banyak hati.”
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!