ISIS Berupaya Bunuh Presiden Suriah al-Sharaa, 5 Kali Gagal
Kamis, 12 Februari 2026 - 20:17 WIB
Para ahli kontra-terorisme menilai entitas ini sebagai kedok bagi ISIL, yang dirancang untuk memberi para pejuang "penolakan yang masuk akal" sambil menawarkan "peningkatan kapasitas operasional" untuk menyerang target bernilai tinggi tanpa langsung melibatkan kepemimpinan pusat.
Laporan tersebut memperingatkan upaya-upaya ini merupakan bukti lebih lanjut bahwa kelompok tersebut "secara aktif mengeksploitasi kekosongan dan ketidakpastian keamanan" untuk melemahkan pemerintahan Suriah yang baru.
Al-Sharaa, mantan pemimpin kelompok bersenjata Hayat Tahrir al-Sham, mengambil alih kepemimpinan Suriah setelah pasukannya menggulingkan Presiden Bashar al-Assad yang telah lama berkuasa pada Desember 2024, mengakhiri perang saudara selama 14 tahun.
Pemerintahnya secara resmi bergabung dengan koalisi internasional melawan ISIL pada bulan November.
Meskipun kehilangan basis teritorialnya, ISIL mempertahankan kehadiran bawah tanah yang signifikan. Para ahli PBB memperkirakan kelompok tersebut mengendalikan sekitar 3.000 pejuang di seluruh Irak dan Suriah, dengan sebagian besar berbasis di Suriah.
Kelompok tersebut terutama menargetkan pasukan keamanan, khususnya di utara dan timur laut Suriah.
Laporan tersebut memperingatkan upaya-upaya ini merupakan bukti lebih lanjut bahwa kelompok tersebut "secara aktif mengeksploitasi kekosongan dan ketidakpastian keamanan" untuk melemahkan pemerintahan Suriah yang baru.
Al-Sharaa, mantan pemimpin kelompok bersenjata Hayat Tahrir al-Sham, mengambil alih kepemimpinan Suriah setelah pasukannya menggulingkan Presiden Bashar al-Assad yang telah lama berkuasa pada Desember 2024, mengakhiri perang saudara selama 14 tahun.
Pemerintahnya secara resmi bergabung dengan koalisi internasional melawan ISIL pada bulan November.
Ancaman yang Terus-menerus
Meskipun kehilangan basis teritorialnya, ISIL mempertahankan kehadiran bawah tanah yang signifikan. Para ahli PBB memperkirakan kelompok tersebut mengendalikan sekitar 3.000 pejuang di seluruh Irak dan Suriah, dengan sebagian besar berbasis di Suriah.
Kelompok tersebut terutama menargetkan pasukan keamanan, khususnya di utara dan timur laut Suriah.
Lihat Juga :