ISIS Berupaya Bunuh Presiden Suriah al-Sharaa, 5 Kali Gagal

Kamis, 12 Februari 2026 - 20:17 WIB
Tingkat mematikan sel-sel tidur ini terungkap selama penyergapan pada 13 Desember 2025, dekat Palmyra, di mana dua anggota militer Amerika Serikat dan seorang warga sipil Amerika tewas. Tiga warga Amerika lainnya dan tiga anggota pasukan keamanan Suriah juga terluka.

Sebagai tanggapan atas serangan Palmyra, Presiden AS Donald Trump meluncurkan operasi militer yang bertujuan melenyapkan para pejuang ISIL di wilayah tersebut.

Pemindahan Tahanan



Situasi keamanan semakin rumit dengan status ribuan tahanan. Setelah perjanjian gencatan senjata dengan pasukan yang dipimpin Kurdi, pemerintah Suriah telah mengambil alih kendali kamp-kamp luas yang menampung tersangka ISIL dan keluarga mereka.

Hingga Desember, lebih dari 25.740 orang masih berada di kamp al-Hol dan Roj di bagian timur laut Suriah. PBB menyoroti dimensi kemanusiaan dari krisis tersebut, mencatat lebih dari 60 persen penghuni kamp adalah anak-anak.

Pada akhir Januari, militer AS mulai memindahkan tahanan ISIL yang ditahan di Suriah timur laut ke Irak untuk memastikan mereka tetap berada di fasilitas yang aman, dengan Baghdad berjanji mengadili para pejuang tersebut.

Baca juga: Iran Tuding Israel Berupaya Sabotase Perundingan dengan AS
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!