6 Alasan Militer China Akan Kalah dalam Perang Modern

Minggu, 07 Desember 2025 - 14:35 WIB

5. Markas Besar Batalyon yang Kekurangan Staf

Seiring PLA bereksperimen dengan melakukan operasi gabungan senjata di tingkat batalion selama dekade terakhir, mereka menyadari bahwa peraturan saat ini tidak menyediakan personel yang cukup di markas batalion untuk secara memadai memimpin dan mengendalikan unit pendukung, seperti unit artileri dan zeni, yang ditugaskan untuk memperkuat batalion infanteri atau lapis baja.

Oleh karena itu, unit-unit di seluruh PLA berupaya menemukan solusi untuk masalah ini dengan menugaskan perwira atau bintara (NCO) untuk membantu komandan batalyon dalam tugas operasionalnya. Peningkatan jumlah staf diperlukan sebelum batalyon gabungan yang diperkuat dapat menjadi "unit taktis dasar" di Angkatan Darat yang mampu melaksanakan operasi independen seperti yang dibayangkan dalam banyak tulisan PLA.

6. "Penyakit Perdamaian": Kurangnya Pengalaman Tempur

Kampanye besar terakhir PLA melawan musuh asing, perang singkat dengan Vietnam pada tahun 1979, hanya melibatkan Angkatan Darat. PLA menganggap pendaratan amfibi untuk merebut Pulau Yijiangshan dari pasukan Kuomintang pada tahun 1955 sebagai pengalaman tempur gabungan pertama dan satu-satunya.

Kedua operasi tersebut mengakibatkan banyak korban jiwa di pihak PLA. Para penulis PLA umumnya menyebut kurangnya pengalaman tempur modern terkini sebagai "penyakit perdamaian". Saat ini, hanya sedikit perwira paling senior PLA yang pernah berada dalam situasi tempur; tidak ada bintara atau prajurit yang pernah bertempur. Penempatan PLA dalam operasi penjaga perdamaian PBB, misi bantuan bencana, dan di Teluk Aden dalam kegiatan pengawalan maritim memang bermanfaat tetapi tidak dapat menggantikan pengalaman tempur.

PLA mempelajari secara ekstensif perang-perang yang telah diperjuangkan negara-negara lain, tetapi pembelajaran dari buku atau bahkan program pelatihannya yang terus ditingkatkan tidak dapat dibandingkan dengan tekanan penempatan yang diperpanjang di zona pertempuran.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!