6 Alasan Militer China Akan Kalah dalam Perang Modern

Minggu, 07 Desember 2025 - 14:35 WIB
Militer China diprediksi akan kalah dalam perang modern. Foto/X
BEIJING - Pengenalan senjata dan platform baru ke dalam Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) telah menarik perhatian sebagian besar dunia selama lebih dari satu dekade. Namun, peralatan baru hanyalah salah satu elemen dari proses modernisasi multidimensi jangka panjang PLA.

Melansir firma riset pertahanan RAND, masih banyak yang harus dilakukan dan tidak ada yang lebih memahami hal ini selain China sendiri. Berdasarkan apa yang ditulis oleh para komandan dan perwira staf PLA di surat kabar dan jurnal internal mereka, pasukan tersebut menghadapi banyak tantangan untuk menutup kesenjangan yang dirasakan antara kemampuannya dan kemampuan militer yang maju.



6 Alasan Militer China Akan Kalah dalam Perang Modern

1. Tanggung Jawab Komando Bersama

Dari tingkat kompi hingga markas tertinggi PLA, para perwira komandan berbagi tanggung jawab atas tindakan unit mereka dengan perwira politik yang bertanggung jawab atas "pekerjaan politik", yang mencakup memastikan loyalitas PLA kepada partai melalui pelatihan ideologis, promosi perwira, pelaksanaan "tiga peperangan" yaitu perang psikologis, media, dan hukum, serta menjaga moral dan disiplin.

Di mata perwira militer Barat, situasi ini melanggar prinsip perang "kesatuan komando", di mana "semua pasukan beroperasi di bawah satu komandan." Tren pelatihan utama selama dekade terakhir adalah meningkatkan kemahiran taktis perwira politik dalam tugas-tugas militer yang harus dilakukan unit mereka.

Secara teori, hanya komandan yang berwenang untuk membuat keputusan taktis dan operasional segera bila diperlukan. Namun, terkadang terdapat gesekan antara komandan dan rekan politik mereka. Situasi ini dapat diperparah jika korupsi telah merambah hingga ke komandan unit operasional dan perwira politik. Sistem tanggung jawab bersama ini mungkin memadai dalam situasi damai, tetapi belum teruji di bawah tekanan operasi tempur modern yang bergerak cepat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!