China Mencoba Kendalikan Cuaca untuk Menyelamatkannya dari Perang Nuklir

Minggu, 16 November 2025 - 09:21 WIB
Hal serupa pernah dilakukan sebelumnya. Pelet kimia pernah ditembakkan ke langit di sekitar Beijing sebelum dan selama Olimpiade 2008. Tujuannya adalah untuk membuat awan melepaskan hujan sebelum melewati area pertandingan.



Kecepatan Adalah Inti



Waktu, kata para peneliti, adalah inti. Meminimalkan penyebaran bahan radioaktif adalah perbedaan antara hidup dan mati.

“Sistem pencegah udara yang bergerak dan dapat dikerahkan dengan cepat yang saat ini sedang dikembangkan dapat dengan cepat menerapkan pencegah asap yang dihasilkan ledakan di ketinggian tinggi dan area yang luas segera setelah detonasi,” demikian bunyi laporan riset tersebut.

Dengan kata lain, tabung berisi bahan kimia yang diluncurkan roket dan dirancang untuk mengikat aerosol radioaktif harus dilepaskan di langit di atas gumpalan asap dalam waktu dua menit setelah ledakan.

Koagulan ini mengikat partikel radioaktif. Gumpalan yang lebih berat ini kemudian jatuh dari langit lebih cepat. Hal ini mencegah angin menyebarkan radiasi ke bawah.

Hasil penelitian, yang dipublikasikan di Chinese Journal of Safety and Environment merekomendasikan penempatan jaringan peluncur roket penjaga sipil di sekitar kota-kota besar, pembangkit listrik tenaga nuklir, dan instalasi militer utama.

Jaringan tersebut dapat diaktifkan jika terjadi serangan, kecelakaan, atau bencana alam untuk mencegah bencana radioaktif seperti di Chernobyl atau pun di Fukushima.

Makalah penelitian tersebut juga mencatat, "Kemampuan itu sangat penting untuk mendapatkan inisiatif strategis dalam keselamatan nuklir di medan perang."
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!