Pemberontak RSF Dituding Tutupi Skandal Genosida dengan Bakar dan Kubur Jenazah

Senin, 10 November 2025 - 17:25 WIB
Morgan mengatakan bahwa para pelarian tersebut mengatakan kepada Al Jazeera bahwa mereka mengetahui kematian kerabat mereka dari video pembunuhan mereka di media sosial yang diunggah oleh pejuang RSF. Beberapa video yang menggambarkan tindakan kekerasan ekstrem telah muncul di ranah publik sejak kelompok tersebut menyerbu kota.

Dengan "pemadaman komunikasi" di kota tersebut, banyak yang tidak tahu apa yang terjadi pada anggota keluarga mereka.

"Mereka percaya jika kerabat mereka masih hidup di dalam el-Fasher, maka mereka mungkin tidak akan hidup lama karena kekurangan makanan dan air... atau karena RSF telah menargetkan orang-orang berdasarkan etnis mereka," lapor Morgan.

RSF, yang telah memerangi tentara Sudan untuk menguasai Sudan sejak April 2023, berawal dari milisi yang sebagian besar beranggotakan orang Arab dan didukung pemerintah, yang dikenal sebagai "Janjaweed", yang dituduh melakukan genosida di Darfur dua dekade lalu.

Baca Juga: Turki Buka Koridor Perdagangan Darat Bersejarah ke Yordania dan Suriah, Integrasi Timur Tengah Menguat?

Antara tahun 2003 dan 2008, diperkirakan 300.000 orang tewas, dan hampir 2,7 juta orang mengungsi akibat kekerasan etnis.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!