China Diduga Tekan Universitas Inggris agar Hentikan Riset soal Xinjiang

Minggu, 09 November 2025 - 10:04 WIB

Riset soal Kerja Paksa



Dokumen internal dari Sheffield Hallam University yang diperoleh melalui permintaan akses data pribadi (Subject Access Request) oleh Profesor Laura Murphy menunjukkan bahwa staf universitas di China telah diancam oleh individu yang diidentifikasi sebagai anggota National Security Service China, yang menuntut agar riset Profesor Murphy di Sheffield dihentikan.

Dokumen itu menyebutkan bahwa keputusan universitas untuk tidak mempublikasikan tahap akhir riset tentang kerja paksa di China telah disampaikan kepada pihak yang mengaku dari dinas keamanan tersebut.

“Segera setelah itu, hubungan membaik dan ancaman terhadap kesejahteraan staf tampak berkurang,” bunyi dokumen itu yang dikutip BBC, Minggu (9/11/2025).

China sendiri tidak diketahui memiliki lembaga bernama National Security Service, sehingga identitas individu yang terlibat masih belum jelas.

Beberapa bulan kemudian, pada awal tahun ini, Profesor Murphy diberitahu oleh universitas bahwa dia tidak dapat melanjutkan risetnya tentang China. Dia kemudian menggugat universitas atas pelanggaran terhadap kebebasan akademiknya. Setelah gugatan itu, universitas membalikkan keputusannya.

Permohonan Maaf

Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!