5 Negara Paling Sukses Melawan Kemiskinan, Salah Satunya Jadi Negara Adidaya
Minggu, 02 November 2025 - 04:40 WIB
Berkat kampanye Doi Moi, yang berfokus terutama pada reformasi pertanian, lahan didistribusikan kembali di antara petani kecil, yang secara signifikan meningkatkan produktivitas pertanian dan meningkatkan ketahanan pangan. Transformasi ini membantu mengangkat jutaan orang keluar dari kemiskinan dan meletakkan dasar bagi pembangunan ekonomi yang lebih luas.
Namun, reformasi tersebut meluas melampaui pertanian. Pemerintah menerapkan langkah-langkah untuk mengurangi defisit anggaran, menstabilkan ekonomi, dan menarik investasi asing. Salah satu tujuan utamanya adalah mengintegrasikan Vietnam ke dalam ekonomi global dengan mempromosikan liberalisasi perdagangan dan bergabung dengan organisasi internasional seperti Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Upaya-upaya ini menghasilkan lonjakan ekspor, perluasan sektor manufaktur, dan penciptaan jutaan lapangan kerja, yang memposisikan Vietnam sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia.
Selain itu, Rwanda telah memprioritaskan perluasan infrastruktur layanan kesehatan untuk meningkatkan aksesibilitas. Sejak Agustus 2021, Kementerian Kesehatan telah mendirikan 1.179 pos kesehatan di seluruh negeri, terutama di komunitas yang kurang terlayani.
Namun, reformasi tersebut meluas melampaui pertanian. Pemerintah menerapkan langkah-langkah untuk mengurangi defisit anggaran, menstabilkan ekonomi, dan menarik investasi asing. Salah satu tujuan utamanya adalah mengintegrasikan Vietnam ke dalam ekonomi global dengan mempromosikan liberalisasi perdagangan dan bergabung dengan organisasi internasional seperti Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Upaya-upaya ini menghasilkan lonjakan ekspor, perluasan sektor manufaktur, dan penciptaan jutaan lapangan kerja, yang memposisikan Vietnam sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia.
5. Rwanda
Rwanda telah membuat kemajuan signifikan dalam mencapai layanan kesehatan universal, memastikan bahwa bahkan warganya yang paling rentan pun dapat mengakses layanan medis esensial. Sejak genosida tahun 1994, negara ini telah meningkatkan akses layanan kesehatan secara signifikan, sebuah fakta yang terbukti selama pandemi COVID-19, ketika 82% penduduk menerima setidaknya satu dosis vaksin dalam dua tahun.Selain itu, Rwanda telah memprioritaskan perluasan infrastruktur layanan kesehatan untuk meningkatkan aksesibilitas. Sejak Agustus 2021, Kementerian Kesehatan telah mendirikan 1.179 pos kesehatan di seluruh negeri, terutama di komunitas yang kurang terlayani.
(ahm)
Lihat Juga :