Profil Changpeng Zhao, Raja Kripto yang Diampuni Donald Trump

Senin, 27 Oktober 2025 - 13:20 WIB
Ketika Donald Trump kembali ke Gedung Putih pada awal 2025, dia menegaskan akan menghapus hambatan bagi inovasi digital.

Pada Oktober 2025, dia menandatangani keputusan pengampunan penuh (full presidential pardon) untuk Changpeng Zhao—sebuah langkah yang disebut analis sebagai manuver ekonomi strategis untuk menarik kembali komunitas kripto dan investasi fintech ke Amerika Serikat.

Langkah itu sekaligus menjadi pesan politik bahwa Trump ingin menempatkan AS kembali sebagai pusat kripto dunia, setelah sebelumnya banyak inovator digital lari ke Dubai, Singapura, dan Hong Kong akibat regulasi ketat.

Sejumlah pengamat, seperti Alex Gladstein dari Human Rights Foundation menyatakan: "Pengampunan Trump untuk CZ bukan sekadar soal kebebasan, tetapi tentang kedaulatan finansial—sebuah pesan kepada Wall Street bahwa aset digital telah kembali.”

Pasca-diampuni, Zhao kembali ke Dubai, tempat dia telah lama menetap. Dia mengumumkan pembentukan CZ Foundation, lembaga nirlaba yang fokus pada financial literacy dan pengembangan blockchain ethics.

Dalam sebuah pernyataan di X, Zhao menulis: “Kebebasan sejati datang dengan tanggung jawab. Dunia kripto harus tumbuh dengan kesadaran hukum dan moral.”

Meski tidak lagi menjadi CEO Binance (posisi itu kini dijabat Richard Teng), pengaruh Zhao tetap terasa. Binance masih menguasai lebih dari 50% pangsa pasar kripto global, dan langkah-langkah Zhao pasca-diampuni diyakini akan membentuk arah baru hubungan antara dunia blockchain dan regulasi internasional.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!