Trump Kenakan Biaya Rp1,6 Miliar untuk Visa H-1B Pekerja Asing di AS

Minggu, 21 September 2025 - 09:19 WIB
Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick, saat mengumumkan kenaikan biaya visa yang besar tersebut pada hari Jumat, mengatakan bahwa biaya itu akan dibayarkan setiap tahun, dan akan berlaku bagi pemohon visa baru maupun perpanjangan.

“Entah orang tersebut sangat berharga bagi perusahaan dan Amerika, atau mereka akan pergi dan perusahaan akan merekrut orang Amerika,” kata Lutnick.

"Semua perusahaan besar telah bergabung, kami telah berbicara dengan mereka," ujarnya.

“Jika Anda akan melatih seseorang, Anda akan melatih salah satu lulusan baru dari salah satu universitas hebat di negeri kita," imbuh dia.

“Latihlah warga Amerika. Hentikan perekrutan orang untuk merebut pekerjaan kita," papar Lutnick.

Namun Gedung Putih mengklarifikasi bahwa biaya sebesar USD100.000 itu akan menjadi pembayaran "satu kali" yang hanya dikenakan kepada pemohon baru visa H-1B.

“Ini bukan biaya tahunan. Ini biaya sekali bayar yang berlaku...hanya untuk visa baru, bukan perpanjangan, dan bukan untuk pemegang visa saat ini,” ujar Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt dalam sebuah unggahan di media sosial, yang dikutip AFP, Minggu (21/9/2025).
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!