Pemimpin Hizbullah Dorong Arab Saudi Bersatu Lawan Agresi Israel

Sabtu, 20 September 2025 - 11:40 WIB
Qassem mengatakan, “Perang lunak, sanksi, dan Perjanjian Abraham semuanya gagal memberikan kemenangan cepat dan tegas yang diinginkan AS dan Israel, dan karenanya, bagi mereka, genosida menjadi solusinya.”

Ia menambahkan, “Serangan Israel terhadap Qatar pada 9 September menandai titik balik, dan apa yang terjadi setelah serangan terhadap Qatar berbeda dari yang terjadi sebelumnya."

"Ketika AS secara terbuka menyatakan mereka bertindak demi kepentingan Israel, bagaimana kita bisa mempercayai proposal Amerika atau non-Amerika, atau menerima konsesi demi konsesi?" ungkap dia.

AS telah mendesak Lebanon untuk melucuti senjata Hizbullah berdasarkan ketentuan perjanjian gencatan senjata yang ditengahi pada November 2024.

Qassem mengatakan kelompok itu terbuka untuk berdialog "dari posisi yang kuat", menambahkan bahwa komitmennya untuk melawan pendudukan Israel "tak tergoyahkan" dan bertujuan mengusir pasukan Israel dan membebaskan wilayah tersebut.

Permohonan Qassem kepada Arab Saudi datang dua hari setelah Riyadh dan Pakistan yang bersenjata nuklir menandatangani pakta pertahanan bersama sehubungan dengan serangan Israel terhadap Qatar.

Dua Tewas dalam Serangan Israel



Secara terpisah pada hari Jumat, Kementerian Kesehatan Lebanon mengatakan dua orang tewas dan 11 lainnya luka-luka dalam dua serangan terpisah Israel di Lebanon selatan.

Satu serangan menargetkan satu mobil di luar rumah sakit umum di kota Tebnin, sementara serangan lainnya mengenai satu kendaraan di Ansar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!