Otoritas Palestina Terancam Runtuh Akibat Kekurangan Dana dan Krisis Ekonomi

Jum'at, 05 September 2025 - 18:11 WIB
Kementerian menuduh komunitas internasional tidak hanya gagal menghentikan "genosida, pengungsian, dan aneksasi", tetapi juga gagal menghentikan krisis kemanusiaan dan kelaparan yang menimpa warga Palestina di Gaza.

Pendapatan yang ditahan, yang dikenal sebagai dana bea cukai, merupakan bea cukai yang dipungut oleh Israel atas nama Otoritas Palestina untuk barang-barang impor.

Sejak 2019, Israel telah memotong sekitar USD3 miliar dari transfer ini dengan berbagai dalih, sehingga Otoritas Palestina tidak dapat membayar penuh para pegawainya.

Tagihan gaji bulanan Otoritas Palestina berjumlah sekitar 1 miliar shekel (USD300 juta), yang mencakup sekitar 245.000 penerima manfaat, termasuk 144.000 pegawai sipil dan militer aktif, serta pensiunan dan penerima bantuan sosial.

Baca juga: Skenario Vietnam: Jenderal Israel Sebut Rencana Netanyahu di Gaza Jebakan Maut
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!