Otoritas Palestina Terancam Runtuh Akibat Kekurangan Dana dan Krisis Ekonomi

Jum'at, 05 September 2025 - 18:11 WIB
loading...
Otoritas Palestina Terancam...
Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas. Foto/anadolu
A A A
TEPI BARAT - Otoritas Palestina (PA) mulai menunjukkan "tanda-tanda kolaps" akibat krisis ekonomi. Badan intelijen domestik Israel, Shin Bet, memperingatkan hal itu pada hari Kamis (4/9/2025).

Menurut Saluran 12 Israel, Shin Bet memberi tahu pimpinan politik bahwa, “Situasi ekonomi PA yang memburuk, meningkatnya pengangguran, dan kegagalan membayar gaji personel keamanannya merupakan faktor-faktor yang dapat menyebabkan eskalasi lebih lanjut di Tepi Barat.”

“Shin Bet baru-baru ini mendeteksi sinyal-sinyal kerapuhan dalam situasi internal di Tepi Barat, dan memperingatkan tentang dampaknya terhadap stabilitas keamanan,” ungkap saluran tersebut.

Belum ada komentar langsung dari pihak Palestina terkait laporan tersebut.

Pada hari Selasa, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Palestina mendesak upaya internasional yang "sungguh-sungguh" untuk menyediakan jaring pengaman keuangan dan mengamankan pencairan dana yang ditahan oleh Israel.

Kemlu Palestina memperingatkan pencekikan keuangan yang sedang berlangsung mengikis layanan-layanan vital, termasuk pendidikan dan kesehatan.

Kementerian menuduh komunitas internasional tidak hanya gagal menghentikan "genosida, pengungsian, dan aneksasi", tetapi juga gagal menghentikan krisis kemanusiaan dan kelaparan yang menimpa warga Palestina di Gaza.

Pendapatan yang ditahan, yang dikenal sebagai dana bea cukai, merupakan bea cukai yang dipungut oleh Israel atas nama Otoritas Palestina untuk barang-barang impor.

Sejak 2019, Israel telah memotong sekitar USD3 miliar dari transfer ini dengan berbagai dalih, sehingga Otoritas Palestina tidak dapat membayar penuh para pegawainya.

Tagihan gaji bulanan Otoritas Palestina berjumlah sekitar 1 miliar shekel (USD300 juta), yang mencakup sekitar 245.000 penerima manfaat, termasuk 144.000 pegawai sipil dan militer aktif, serta pensiunan dan penerima bantuan sosial.

Baca juga: Skenario Vietnam: Jenderal Israel Sebut Rencana Netanyahu di Gaza Jebakan Maut
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Dewan Pers Minta Pemerintah...
Dewan Pers Minta Pemerintah Tempuh Jalur Diplomatik Bebaskan Jurnalis yang Ditangkap Israel
Hadiri LCAW 2026, Menteri...
Hadiri LCAW 2026, Menteri Jumhur Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Raja Charles di London
Ngeri! Suhu Paris Lebih...
Ngeri! Suhu Paris Lebih Panas daripada Makkah
Rekomendasi
Muncul Wacana Capres-Cawapres...
Muncul Wacana Capres-Cawapres Diusung 3 Parpol Parlemen, Pakar: Kita Berada dalam Bahaya Besar
Semarak HUT ke-58, BPJS...
Semarak HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat
Perayaan HUT Ke-25 Kota...
Perayaan HUT Ke-25 Kota Cimahi di Konser I Love RCTI Cimahi Dipadati Puluhan Ribu Penonton
Berita Terkini
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
8 Pangkalan Militer...
8 Pangkalan Militer AS Diserang Iran, IRGC: Selat Hormuz Milik Kita
AS dan Iran Saling Serang...
AS dan Iran Saling Serang Lagi, Apakah Masih Ada Harapan Perdamaian di Timur Tengah?
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved