Demo Anti-Perang Menggema di AS, Trump Dijuluki sebagai Penjahat Perang
Senin, 23 Juni 2025 - 15:15 WIB
Seorang demonstran, yang mengidentifikasi dirinya sebagai pengungsi Iran, mengatakan sudah empat hingga lima hari sejak dia berbicara dengan keluarganya di Iran.
Ada seorang pendukung Trump di lokasi yang mengenakan topi MAGA. Ia bertukar beberapa patah kata dengan para demonstran, dengan mengatakan bahwa mereka memiliki informasi yang salah, dan presiden tidak memulai perang dengan Iran karena ia telah berjanji untuk menyingkirkan kemampuan nuklir mereka selama lebih dari 10 tahun.
Para demonstran juga berkumpul di luar Gedung Putih dengan membawa spanduk "Tidak Ada Perang terhadap Iran! Trump adalah Penjahat Perang!"
Baca Juga: Rakyat Iran Menanti Serangan Balas Dendam ke AS
Demonstrasi tersebut diselenggarakan dilancarkan oleh beberapa kelompok aktivis, termasuk Partai Sosialisme dan Pembebasan, dan Dewan Nasional Iran Amerika.
Penyelenggara protes mengecam serangan udara tersebut sebagai pelanggaran hukum internasional dan Konstitusi AS.
Dalam pernyataan yang mengumumkan demonstrasi di Washington, penyelenggara menyebut pemboman Trump terhadap fasilitas nuklir Iran sebagai "kejahatan perang" yang "melanggar Piagam PBB, hukum internasional, dan Konstitusi AS."
Ada seorang pendukung Trump di lokasi yang mengenakan topi MAGA. Ia bertukar beberapa patah kata dengan para demonstran, dengan mengatakan bahwa mereka memiliki informasi yang salah, dan presiden tidak memulai perang dengan Iran karena ia telah berjanji untuk menyingkirkan kemampuan nuklir mereka selama lebih dari 10 tahun.
Para demonstran juga berkumpul di luar Gedung Putih dengan membawa spanduk "Tidak Ada Perang terhadap Iran! Trump adalah Penjahat Perang!"
Baca Juga: Rakyat Iran Menanti Serangan Balas Dendam ke AS
Demonstrasi tersebut diselenggarakan dilancarkan oleh beberapa kelompok aktivis, termasuk Partai Sosialisme dan Pembebasan, dan Dewan Nasional Iran Amerika.
Penyelenggara protes mengecam serangan udara tersebut sebagai pelanggaran hukum internasional dan Konstitusi AS.
Dalam pernyataan yang mengumumkan demonstrasi di Washington, penyelenggara menyebut pemboman Trump terhadap fasilitas nuklir Iran sebagai "kejahatan perang" yang "melanggar Piagam PBB, hukum internasional, dan Konstitusi AS."
Lihat Juga :