Dari Masjid Al-Aqsa hingga Puing Gaza: Warga Palestina Rayakan Iduladha di Tengah Genosida

Jum'at, 06 Juni 2025 - 21:30 WIB
“Sudah dua tahun ini, kami tidak dapat merayakan Iduladha dengan baik karena pengepungan, pengeboman harian, dan pemindahan paksa,” ujar Hussein Al-Ghalban, salah seorang jemaah.

Saat jet Israel terbang rendah di atas Khan Younis, penduduk melaporkan tembakan artileri berat yang menargetkan bagian tengah, utara, dan timur kota.

Saksi mata juga menggambarkan tembakan hebat ke arah lingkungan permukiman.

Menjelang Iduladha, pasukan Israel menewaskan 41 warga Palestina, termasuk anak-anak, wanita, dan jurnalis, dalam serangan di beberapa lokasi di Gaza.

Ini menandai Iduladha kedua yang dirayakan dalam kondisi bencana di Gaza, setelah hampir 20 bulan perang yang sedang berlangsung.

Israel, yang menolak seruan internasional untuk gencatan senjata, telah melancarkan serangan genosida di Gaza sejak Oktober 2023, menewaskan hampir 54.700 warga Palestina, kebanyakan dari mereka adalah wanita dan anak-anak.

Badan-badan bantuan telah memperingatkan tentang risiko kelaparan di antara lebih dari 2 juta penduduk daerah kantong itu.

November lalu, Pengadilan Kriminal Internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanannya Yoav Gallant atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

Israel juga menghadapi kasus genosida di Pengadilan Internasional atas kejahatan perangnya terhadap warga sipil di daerah kantong itu.

Baca juga: Siapa Madleen? Nelayan Perempuan Pertama di Gaza Inspirasi Kapal Solidaritas Dunia
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!