Siapa Madleen? Nelayan Perempuan Pertama di Gaza Inspirasi Kapal Solidaritas Dunia

Jum'at, 06 Juni 2025 - 18:15 WIB
loading...
Siapa Madleen? Nelayan...
Madleen Kulab dan suaminya, Khader Bakr, bersama keempat anak mereka di rumah mereka yang rusak di Kota Gaza. Foto/Abdelhakim Abu Riash/Al Jazeera
A A A
GAZA - Saat Madleen berlayar menuju Gaza untuk mencoba mengirimkan bantuan penyelamat jiwa bagi penduduknya, sedikit yang diketahui tentang perempuan yang menjadi nama kapal tersebut. Madleen Kulab adalah satu-satunya nelayan perempuan di Gaza.

Saat Al Jazeera pertama kali bertemu Madleen Kulab (juga dieja Madelyn Culab) tiga tahun lalu, ia memiliki dua anak, sedang mengandung anak ketiganya, dan menjalani kehidupan yang relatif tenang di Kota Gaza bersama suaminya, Khader Bakr, 32 tahun, yang juga seorang nelayan.

Madleen, yang kini berusia 30 tahun, akan berlayar tanpa rasa takut sejauh yang diizinkan blokade kapal perang Israel untuk membawa pulang ikan yang bisa dijualnya di pasar lokal guna menghidupi keluarganya.

Ketika perang genosida Israel di Gaza dimulai, keluarga tersebut ketakutan, lalu patah hati ketika Israel membunuh ayah Madleen dalam serangan udara di dekat rumah mereka pada November 2023.

Mereka melarikan diri dengan Madleen yang hampir hamil sembilan bulan ke Khan Younis, lalu ke Rafah, ke Deir el-Balah, dan kemudian Nuseirat.

Sekarang, mereka kembali ke sisa-sisa rumah mereka di Kota Gaza yang rusak parah, tempat mereka kembali ketika tentara Israel mengizinkan orang-orang yang mengungsi untuk kembali ke utara pada bulan Januari.

Tanggung Jawab dan Harga Diri


Madleen duduk di sofa usang di ruang tamunya yang rusak, tiga dari empat anaknya duduk bersamanya: bayi Waseela, satu tahun, di pangkuannya; Safinaz yang berusia lima tahun di sampingnya; dan Jamal yang berusia tiga tahun, bayi yang dikandungnya saat Al Jazeera pertama kali bertemu dengannya.

Dia bercerita tentang bagaimana rasanya mendengar dari seorang teman aktivis Irlandia bahwa kapal yang mencoba menerobos blokade di Gaza akan dinamai menurut namanya.

“Saya sangat tersentuh. Saya merasakan tanggung jawab yang besar dan sedikit kebanggaan,” ujar dia sambil tersenyum.

“Saya berterima kasih kepada para aktivis yang telah mengabdikan diri, meninggalkan kehidupan dan kenyamanan mereka, dan berdiri bersama Gaza meskipun menghadapi semua risiko,” papar dia tentang kelompok yang terdiri dari 12 aktivis, yang meliputi aktivis iklim Swedia Greta Thunberg dan Rima Hassan, anggota Parlemen Eropa asal Prancis.

Dia mengakui, “Ini adalah bentuk kemanusiaan dan pengorbanan diri tertinggi dalam menghadapi bahaya.”

Khader duduk di sofa lain bersama Sandy yang berusia enam tahun. Ia mengulurkan telepon genggamnya yang berfoto dengan Madleen, yang sedang mengibarkan bendera Palestina.

Madleen telah mencari ikan sejak berusia 15 tahun, sosok yang tidak asing lagi saat berlayar di atas perahu ayahnya, mengenal semua nelayan lainnya, dan juga dikenal oleh para aktivis solidaritas internasional.

Selain membawa pulang ikan, Madleen juga seorang juru masak yang terampil, menyiapkan hidangan ikan musiman yang sangat lezat sehingga ia memiliki daftar klien yang menunggu untuk membelinya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
Hamas Peringatkan Israel...
Hamas Peringatkan Israel Perluas Garis Kuning Gaza untuk Gagalkan Perundingan Gencatan Senjata
Gulkarmat Jakarta Evakuasi...
Gulkarmat Jakarta Evakuasi 26 Penumpang Kapal di Perairan Kepulauan Seribu
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Trump: Jika Iran Tak...
Trump: Jika Iran Tak Berperilaku Baik, Kita Akan Jatuhkan Bom di Kepala Mereka
Rekomendasi
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Bekasi Fajar Cetak Laba...
Bekasi Fajar Cetak Laba Rp30 Miliar, Targetkan Penjualan Lahan Rp600 Miliar
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved