PM Negara NATO Ini Ingin Batasi Praktik Islam, Termasuk Hapus Ruang Salat di Kampus

Jum'at, 06 Juni 2025 - 10:10 WIB
Amnesty International telah menggambarkan larangan tersebut sebagai pelanggaran diskriminatif terhadap hak-hak perempuan.

Komentar Frederiksen mengikuti rekomendasi dari Komisi Perjuangan Perempuan yang Terlupakan, yang awal tahun ini mendesak pemerintah untuk memperluas larangan jilbab ke lembaga pendidikan.

Komisi yang sama mengusulkan pelarangan jilbab di sekolah dasar pada tahun 2022, tetapi rencana itu dibatalkan pada tahun 2023 setelah ada protes publik.

Larangan penutup wajah telah meluas di seluruh Uni Eropa, dengan Prancis memperkenalkan tindakan semacam itu pertama kali pada tahun 2011.

Larangan penuh atau sebagian serupa telah diberlakukan di Austria, Belgia, Bulgaria, Italia, Belanda, beberapa bagian Jerman, dan beberapa wilayah di Italia dan Spanyol.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!