Trump Ungkap Alasan Pelarangan Mahasiswa Asing di Harvard

Minggu, 25 Mei 2025 - 16:35 WIB
Baca Juga: Tuding India Terlibat Teror Khuzdar, Pakistan Bersumpah Akan Balas Dendam

Gedung Putih menindak universitas-universitas AS dalam beberapa hal, yang dibenarkan sebagai reaksi terhadap apa yang dikatakan pemerintah sebagai anti-Semitisme yang tidak terkendali dan kebutuhan untuk membalikkan program keberagaman yang ditujukan untuk mengatasi penindasan historis terhadap kaum minoritas.

Gedung Putih juga telah mencabut visa dan mendeportasi mahasiswa asing yang terlibat dalam protes terhadap perang di Gaza, dengan tuduhan mendukung kelompok militan Palestina, Hamas.

Di Harvard, pemerintah mengancam akan meninjau kembali pendanaan sebesar $9 miliar, kemudian membekukan tahap pertama hibah sebesar USD2,2 miliar dan kontrak resmi sebesar $60 juta. Pemerintah juga telah menarget seorang peneliti Sekolah Kedokteran Harvard untuk dideportasi.

Kehilangan warga negara asing -- lebih dari seperempat dari jumlah mahasiswanya -- dapat merugikan Harvard, yang membebankan biaya kuliah puluhan ribu dolar per tahun.

Harvard adalah universitas terkaya di AS dengan dana abadi senilai USD53,2 miliar pada tahun 2024.

Sebelumnya, dalam surat kepada komunitas Harvard, presiden kampus Alan Garber mengutuk tindakan administrasi tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!