Tuding India Terlibat Teror Khuzdar, Pakistan Bersumpah Akan Balas Dendam
Minggu, 25 Mei 2025 - 14:22 WIB
DG ISPR menyebutkan bahwa beberapa teroris yang ditangkap telah mengaku menerima dukungan finansial dan logistik dari India. Ia merujuk pada pernyataan pengakuan mata-mata India Kulbhushan Jadhav sebagai bukti yang tidak dapat disangkal tentang campur tangan India dalam urusan internal Pakistan.
Ia juga mengungkapkan bahwa teroris yang ditangkap oleh pasukan keamanan dilengkapi dengan senjata buatan Amerika dan perangkat penglihatan malam, yang sering diselundupkan melalui Afghanistan.
DG ISPR mengkritik standar ganda internasional, dengan mengatakan, "Sementara Pakistan disalahkan atas terorisme, dunia bungkam terhadap kebiadaban yang didanai India di Balochistan." Ia juga menunjuk pada platform media sosial India yang merayakan serangan seperti yang terjadi di Jaffar Express yang dikutuk dunia, mempertanyakan negara beradab mana yang bersukacita dalam aksi teror. Ia menambahkan bahwa pasukan keamanan menyelamatkan ratusan orang dalam serangan itu.
Merujuk pada serangan 6 Oktober 2024 terhadap warga negara Tiongkok di Karachi, juru bicara tersebut menyoroti bagaimana insiden semacam itu bertujuan untuk merusak kemitraan asing dan proyek pembangunan Pakistan.
Baca Juga: Pakistan dan India Berperang, Kenapa China yang Menang?
“Musuh menggunakan rudal dan pesawat nirawak, tetapi moral bangsa Pakistan tetap tak tergoyahkan. Pasukan keamanan kami tetap teguh,” tegas DG ISPR. Ia mengatakan 71 teroris dari kelompok yang beranggotakan lebih dari 100 orang baru-baru ini dinetralisir oleh pasukan Pakistan.
Menteri dalam negeri menyuarakan sentimen serupa, bersumpah bahwa semua yang terlibat dalam serangan Khuzdar dan insiden serupa lainnya akan diadili. “Ini bukan sekadar perang melawan teroris, tetapi perang demi nilai-nilai dan masa depan nasional kita.”
Ia juga mengungkapkan bahwa teroris yang ditangkap oleh pasukan keamanan dilengkapi dengan senjata buatan Amerika dan perangkat penglihatan malam, yang sering diselundupkan melalui Afghanistan.
DG ISPR mengkritik standar ganda internasional, dengan mengatakan, "Sementara Pakistan disalahkan atas terorisme, dunia bungkam terhadap kebiadaban yang didanai India di Balochistan." Ia juga menunjuk pada platform media sosial India yang merayakan serangan seperti yang terjadi di Jaffar Express yang dikutuk dunia, mempertanyakan negara beradab mana yang bersukacita dalam aksi teror. Ia menambahkan bahwa pasukan keamanan menyelamatkan ratusan orang dalam serangan itu.
Merujuk pada serangan 6 Oktober 2024 terhadap warga negara Tiongkok di Karachi, juru bicara tersebut menyoroti bagaimana insiden semacam itu bertujuan untuk merusak kemitraan asing dan proyek pembangunan Pakistan.
Baca Juga: Pakistan dan India Berperang, Kenapa China yang Menang?
“Musuh menggunakan rudal dan pesawat nirawak, tetapi moral bangsa Pakistan tetap tak tergoyahkan. Pasukan keamanan kami tetap teguh,” tegas DG ISPR. Ia mengatakan 71 teroris dari kelompok yang beranggotakan lebih dari 100 orang baru-baru ini dinetralisir oleh pasukan Pakistan.
Menteri dalam negeri menyuarakan sentimen serupa, bersumpah bahwa semua yang terlibat dalam serangan Khuzdar dan insiden serupa lainnya akan diadili. “Ini bukan sekadar perang melawan teroris, tetapi perang demi nilai-nilai dan masa depan nasional kita.”
Lihat Juga :