Tuding India Terlibat Teror Khuzdar, Pakistan Bersumpah Akan Balas Dendam

Minggu, 25 Mei 2025 - 14:22 WIB
Kedua pejabat itu menekankan bahwa Fitna-ul-Hindustan yang didukung India tidak memiliki hubungan dengan Kabul dan semata-mata berupaya menyabotase perdamaian di Pakistan. “Dunia sedang menyaksikan, tetapi drama menyalahkan Pakistan atas terorisme tidak lagi berbobot,” simpul DG ISPR.

Letjen Chaudhry menegaskan bahwa media India sepenuhnya berada di bawah kendali negara dan tidak memiliki independensi. Ia menekankan bahwa dunia semakin menyadari keterlibatan India dalam terorisme di Pakistan.

Kepala ISPR mengungkapkan bahwa India memberikan visa dan izin masuk kepada teroris terkenal seperti Bashir Zeb dan Aslam Achu. “Ada hubungan yang jelas antara Fitna-ul-Hindustan dan Fitna-ul-Kharij,” katanya.

“Teroris yang terluka dalam operasi sering dirawat di India,” imbuhnya, menyoroti fasilitasi militan lintas batas. Juru bicara itu juga mengungkapkan bahwa Adila Baloch diperas dan dipaksa menjadi pelaku bom bunuh diri.

Selama konferensi pers, Dirjen memutar rekaman audio yang disadap dari seorang perwira Angkatan Darat India, Mayor Sandeep, sebagai bukti lebih lanjut keterlibatan India dalam mensponsori kerusuhan di Pakistan.

Juru bicara tersebut menyimpulkan dengan mengatakan bahwa baik pemerintah Pakistan maupun pemerintahan Balochistan berfokus pada promosi perdamaian dan kemakmuran, tidak hanya di Balochistan tetapi juga dalam keterlibatan mereka dengan wilayah tetangga seperti Kabul. “Pemerintah Balochistan memiliki saham besar dalam pendapatan pertambangan,” kata juru bicara tersebut.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!