Uni Eropa Tegaskan Barat Tidak Ada Lagi, AS Bukan Mitra Terpenting
Kamis, 17 April 2025 - 21:00 WIB
Komentarnya muncul setelah pemerintahan Trump mengenakan tarif besar-besaran sebesar 20% pada semua barang UE dan tarif sebesar 25% pada semua impor mobil dalam upaya menghilangkan apa yang dilihat Washington sebagai defisit perdagangan yang besar.
UE menanggapi dengan memperkenalkan serangkaian tarif balasan sebesar 25% pada impor AS. Trump kemudian mengumumkan jeda 90 hari pada sebagian besar tarif global pekan lalu.
Menurut von der Leyen, ketegangan dengan AS memiliki "dampak samping positif" dalam bentuk banyak negara yang berupaya mendekati UE.
"Semua orang meminta lebih banyak perdagangan dengan Eropa dan ini bukan hanya tentang hubungan ekonomi. Ini juga tentang menetapkan aturan umum dan tentang prediktabilitas," papar dia.
Ketika ditanya apakah pernyataannya tentang Barat harus ditafsirkan sebagai "perpisahan terakhir dengan Amerika Serikat," von der Leyen menekankan dia "sangat percaya" pada persahabatan AS-UE.
UE menanggapi dengan memperkenalkan serangkaian tarif balasan sebesar 25% pada impor AS. Trump kemudian mengumumkan jeda 90 hari pada sebagian besar tarif global pekan lalu.
Menurut von der Leyen, ketegangan dengan AS memiliki "dampak samping positif" dalam bentuk banyak negara yang berupaya mendekati UE.
"Semua orang meminta lebih banyak perdagangan dengan Eropa dan ini bukan hanya tentang hubungan ekonomi. Ini juga tentang menetapkan aturan umum dan tentang prediktabilitas," papar dia.
Ketika ditanya apakah pernyataannya tentang Barat harus ditafsirkan sebagai "perpisahan terakhir dengan Amerika Serikat," von der Leyen menekankan dia "sangat percaya" pada persahabatan AS-UE.
Lihat Juga :