AS Klaim Lebih dari 100 Target Houthi Sudah Dibom

Rabu, 09 April 2025 - 08:00 WIB
Amerika Serikat mengeklaim lebih dari 100 target Houthi di Yaman telah dibom militer Amerika sejak operasi pengeboman diluncurkan bulan lalu. Foto/US Air Force
SANAA - Seorang pejabat pertahanan Amerika Serikat (AS) mengeklaim lebih dari 100 target Houthi di Yaman telah dibom militer Amerika sejak operasi pengeboman diluncurkan bulan lalu.

"Kami telah menghancurkan fasilitas komando dan kontrol, fasilitas pembuatan senjata, dan lokasi penyimpanan senjata canggih. Kami juga telah mengonfirmasi kematian beberapa pemimpin Houthi," kata pejabat tersebut kepada Al Arabiya English, yang dilansir Rabu (9/4/2025).



Pejabat tersebut tidak memberikan rincian tambahan tentang siapa saja pemimpin Houthi yang terbunuh.

Baca Juga: Houthi Yaman Tembakkan Rudal ke Israel dan Kapal Induk Nuklir AS

Di antara aset yang digunakan dalam kampanye pengeboman tersebut adalah pesawat pengebom siluman B-2 yang baru-baru ini dikerahkan Amerika, yang mampu membawa bom penghancur bunker seberat 30.000 pon.

Para pejabat Pentagon mengatakan pesawat pengebom tersebut telah melakukan operasi terhadap fasilitas bawah tanah Houthi dan tempat penyimpanan senjata. Beberapa pesawat telah ditempatkan di Samudra Hindia untuk mendukung serangan tersebut.

Komandan militer AS untuk Timur Tengah, Jenderal Erik Kurilla, bertemu dengan pejabat senior militer Yaman (rival Houthi dalam perang saudara) minggu lalu selama perjalanan ke Arab Saudi. Jenderal Kurilla dan rekan-rekannya dari Yaman membahas kampanye pengeboman AS yang sedang berlangsung melawan Houthi. "Yang dirancang untuk memulihkan kebebasan navigasi," kata Komando Pusat (CENTCOM) Amerika Serikat.

Houthi telah mengeklaim beberapa serangan terhadap kapal-kapal AS dan bahwa mereka telah menjatuhkan beberapa pesawat nirawak MQ-9 Reaper. Setidaknya tiga pesawat nirawak telah ditembak jatuh dalam dua bulan terakhir, menurut pejabat Amerika.

Ketika ditanya apakah ada serangan Houthi yang mengenai kapal-kapal atau aset AS, pejabat pertahanan AS tersebut mengatakan: "Personel dan aset AS aman dan tercatat."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!