Daftar Jenderal Israel yang Berhasil Dibunuh Hamas
Senin, 07 April 2025 - 18:46 WIB
6. Kolonel Yitzhar Hofman
Pangkat: Kolonel
Jabatan: Komandan di Angkatan Udara Israel
Tanggal Gugur: 31 Januari 2024
Lokasi: Jalur Gaza
Kolonel Hofman memimpin serangan ke Rumah Sakit Al-Shifa pada November 2023, yang menjadi salah satu operasi paling kontroversial.
Ia kemudian tewas akibat tembakan sniper Hamas, menunjukkan tingginya risiko bahkan bagi komando udara dalam perang darat.
Statistik dan Dampak
Hingga Maret 2024, IDF secara resmi menyatakan sebanyak 69 komandan dan perwira senior militer telah gugur sejak perang dimulai, yang mencakup: 4 Kolonel, 6 Letnan Kolonel, 39 Komandan Batalyon, 13 Komandan Kompi, 7 Perwira Tingkat Lain.
Angka ini merupakan salah satu tingkat kerugian komando tertinggi dalam sejarah konflik Israel sejak perang Yom Kippur tahun 1973.
Hal ini menunjukkan perang di Gaza tidak hanya berisiko bagi tentara reguler, tetapi juga menyentuh level perwira tinggi yang biasanya jarang menjadi korban langsung dalam konflik modern.
Mengapa Belum Ada Jenderal yang Gugur?
Meskipun banyak spekulasi dan klaim dari pihak Hamas bahwa mereka telah “membunuh jenderal” Israel, hingga saat ini tidak ada bukti atau konfirmasi resmi bahwa jenderal aktif Israel telah tewas.
Hal ini kemungkinan disebabkan oleh: Peran jenderal yang lebih strategis dan tidak langsung berada di garis depan, Pengamanan ketat terhadap pergerakan para jenderal, Keterbatasan Hamas dalam menjangkau markas atau komando utama Israel.
Namun demikian, perang darat di Gaza tetap menunjukkan pangkat tinggi bukan jaminan aman dalam konflik yang brutal dan gerilya seperti ini.
Perang Gaza telah memakan korban besar dari kedua belah pihak. Bagi Israel, gugurnya para perwira tinggi berpangkat kolonel dan letnan kolonel seperti Asaf Hamami, Ahsan Daqsa, Salman Habaka, dan lainnya adalah kehilangan yang sangat signifikan.
Mereka bukan hanya tokoh militer, tapi juga simbol kepemimpinan dalam operasi IDF.
Ketika medan pertempuran berubah menjadi lebih kompleks, dengan pertempuran kota dan perang gerilya di terowongan, risiko terhadap para komandan di lapangan pun meningkat.
Jika eskalasi terus berlanjut, bukan tidak mungkin akan ada perwira dengan pangkat lebih tinggi lagi yang menjadi korban di masa depan.
Baca juga: 90% Permukiman Warga Palestina di Rafah Dihancurkan Israel
(sya)
Lihat Juga :