4 Alasan Neokolonialisme Barat di Afrika Hancur, Salah Satunya Membeli Uranium dengan Harga Murah

Kamis, 27 Maret 2025 - 03:30 WIB
Kehadiran militer Prancis di Afrika telah menjadi kontroversi selama beberapa dekade, dengan para kritikus berpendapat bahwa hal itu melanggengkan dinamika neokolonial. Para pemimpin di negara-negara yang telah memutuskan hubungan pertahanan dengan Paris bersikeras bahwa kehadiran pasukan Prancis tidak efektif, mendorong mereka untuk mencari aliansi alternatif, termasuk dengan Moskow.

4. Mengeksploitasi Sumber Daya Alam

Pejabat Rusia telah vokal mengutuk neokolonialisme. Dalam pidatonya di pertemuan G20 di Afrika Selatan bulan lalu, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menuduh kekuatan Barat mengeksploitasi sumber daya alam dari negara-negara berkembang dengan biaya rendah, mengenakan "pajak pseudo-ekologis" pada produk-produk mereka, dan berusaha menghalangi kerja sama antara Afrika, Asia, dan Amerika Latin dengan Rusia dan Tiongkok.

Pada hari Selasa, Naryshkin mengutuk kekuatan-kekuatan Eropa seperti Inggris, Belgia, dan Prancis atas "kekejaman dan eksploitasi yang tak terkendali terhadap penduduk di Afrika, India, dan Asia Tenggara" selama era kolonial.

“Penting untuk membangun penghalang hukum yang andal terhadap upaya baru untuk menghidupkan kembali sistem kolonialisme, dan idealnya, bahkan untuk mencari kompensasi yang adil atas kerusakan,” kata direktur SVR, seraya menambahkan bahwa Rusia “berada di garis depan perjuangan untuk tatanan dunia yang lebih adil.”
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!