4 Alasan Neokolonialisme Barat di Afrika Hancur, Salah Satunya Membeli Uranium dengan Harga Murah
Kamis, 27 Maret 2025 - 03:30 WIB
Baca Juga: Perang Houti Berkobar di Bulan Suci
“Namun, begitu kontingen militer Prancis ditarik dari negara ini tahun lalu, harga uranium dinaikkan oleh pemerintah baru ke harga pasar – lebih dari 200 kali lipat,” imbuh Naryshkin, yang juga merupakan ketua RHS.
Kepemimpinan baru Niger, yang mengambil alih kekuasaan setelah kudeta pada Juli 2023, telah mengambil beberapa langkah untuk memutuskan hubungan dengan Prancis. Tahun lalu, pemerintahan militer mencabut izin yang mengizinkan perusahaan milik negara Prancis, Orano, untuk mengoperasikan salah satu tambang uranium terbesar di dunia di negara Afrika Barat tersebut – produsen uranium terbesar ketujuh di dunia. Perusahaan tambang tersebut telah beroperasi di Niger sejak 1971.
2. Membeli Uranium dengan Harga Murah
"Cukup mengingat, misalnya, bagaimana Prancis membeli uranium dari Niger selama 60 tahun dengan harga yang sangat rendah – 80 sen per kilogram," katanya.“Namun, begitu kontingen militer Prancis ditarik dari negara ini tahun lalu, harga uranium dinaikkan oleh pemerintah baru ke harga pasar – lebih dari 200 kali lipat,” imbuh Naryshkin, yang juga merupakan ketua RHS.
Kepemimpinan baru Niger, yang mengambil alih kekuasaan setelah kudeta pada Juli 2023, telah mengambil beberapa langkah untuk memutuskan hubungan dengan Prancis. Tahun lalu, pemerintahan militer mencabut izin yang mengizinkan perusahaan milik negara Prancis, Orano, untuk mengoperasikan salah satu tambang uranium terbesar di dunia di negara Afrika Barat tersebut – produsen uranium terbesar ketujuh di dunia. Perusahaan tambang tersebut telah beroperasi di Niger sejak 1971.
3. Intervensi Berlebihan
Niamey juga mengikuti jejak sekutu di negara tetangga Burkina Faso dan Mali dengan mengusir pasukan militer Prancis, menuduh Paris melakukan agresi dan mencampuri urusan negara mereka.Lihat Juga :