Tentara Sudan Kuasai Istana Kepresidenan, Pemberontak Masih Tebar Ancaman
Sabtu, 22 Maret 2025 - 18:27 WIB
Tentara membagikan video tentara yang bersorak di halaman istana, jendela kacanya pecah dan dindingnya berlubang karena peluru. Gambar menunjukkan lapisan luar istana yang baru dibangun itu robek akibat ledakan.
Banyak warga Sudan menyambut baik pernyataan tentara bahwa mereka telah menguasai istana.
Baca Juga: Gencatan Senjata Versi Trump Jadi Pertaruhan Besar Putin
“Pembebasan istana adalah berita terbaik yang pernah saya dengar sejak dimulainya perang, karena itu berarti dimulainya kendali tentara atas seluruh Khartoum,” kata warga Khartoum berusia 55 tahun, Mohamed Ibrahim.
“Kami ingin aman lagi dan hidup tanpa rasa takut atau lapar,” katanya.
Pada Kamis malam, RSF mengatakan telah merebut pangkalan utama dari tentara di Darfur Utara, sebuah wilayah di bagian barat negara itu.
Konflik tersebut telah menyebabkan apa yang disebut PBB sebagai krisis kemanusiaan terbesar di dunia, menyebarkan kelaparan di beberapa lokasi dan penyakit di seluruh negara berpenduduk 50 juta orang itu.
Kedua belah pihak telah dituduh melakukan kejahatan perang, sementara RSF juga telah didakwa melakukan genosida. Kedua belah pihak membantah tuduhan tersebut.
Banyak warga Sudan menyambut baik pernyataan tentara bahwa mereka telah menguasai istana.
Baca Juga: Gencatan Senjata Versi Trump Jadi Pertaruhan Besar Putin
“Pembebasan istana adalah berita terbaik yang pernah saya dengar sejak dimulainya perang, karena itu berarti dimulainya kendali tentara atas seluruh Khartoum,” kata warga Khartoum berusia 55 tahun, Mohamed Ibrahim.
“Kami ingin aman lagi dan hidup tanpa rasa takut atau lapar,” katanya.
Pada Kamis malam, RSF mengatakan telah merebut pangkalan utama dari tentara di Darfur Utara, sebuah wilayah di bagian barat negara itu.
Konflik tersebut telah menyebabkan apa yang disebut PBB sebagai krisis kemanusiaan terbesar di dunia, menyebarkan kelaparan di beberapa lokasi dan penyakit di seluruh negara berpenduduk 50 juta orang itu.
Kedua belah pihak telah dituduh melakukan kejahatan perang, sementara RSF juga telah didakwa melakukan genosida. Kedua belah pihak membantah tuduhan tersebut.
Lihat Juga :