Dominasi Airbus dan Boeing di China Akan Tergerus, Berikut 4 Pemicunya

Rabu, 08 Januari 2025 - 15:30 WIB
Comac juga tengah mengembangkan C929, yang akan menjadi jet berbadan lebar pertama perusahaan tersebut.

Baca Juga: 2024 Jadi Tahun Terburuk bagi Warga Gaza, Akankah 2025 Lebih Baik?

2. Comac Didukung Penuh Pemerintah China

Dilansir Euro News, pemerintah China saat ini telah banyak berinvestasi di Comac, dalam upaya untuk meningkatkan ukuran pasar penerbangan domestiknya, sekaligus memperkuat posisinya di pasar internasional.

Tujuan Beijing adalah untuk mengurangi ketergantungan pada produsen pesawat asing. Hal ini sejalan dengan rencana China untuk memajukan kekuatan teknologinya selama beberapa tahun ke depan.

Baik perjalanan udara jarak pendek maupun jarak jauh telah melonjak pascapandemi, didorong oleh harga tiket yang lebih murah dan lebih banyak penawaran di destinasi populer. Mordor Intelligence memperkirakan pasar penerbangan akan meningkat dari USD343,54 miliar (€333,14 miliar) menjadi USD395,76 miliar (€383,78 miliar) pada akhir dekade ini.

3. Meningkatkan Ekspansi ke Asia Tenggara

Comac telah mengungkapkan bahwa pihaknya berencana untuk memulai ekspansi di Asia Tenggara paling cepat pada tahun 2026, sebelum menargetkan pasar Barat. Namun, saat ini, perusahaan tersebut masih berfokus untuk membangun basis pasar domestiknya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!