Siapa Saja Jenderal Suriah di Lingkaran Dalam Assad dan Kabur ke Mana Mereka?

Sabtu, 14 Desember 2024 - 14:42 WIB

1. Bashar al-Assad



Dokter mata berpendidikan Barat ini awalnya berharap bahwa dia akan berbeda dari ayahnya yang seorang pemimpin otoriter, Hafez al-Assad , ketika dia mengambil alih kekuasaan pada tahun 2000, termasuk membebaskan tahanan politik dan memungkinkan wacana yang lebih terbuka.

Namun ketika protes terhadap pemerintahannya pecah pada bulan Maret 2011, Assad beralih ke taktik brutal untuk menghancurkan perbedaan pendapat.

Ketika pemberontakan berubah menjadi perang saudara, dia mengerahkan militernya untuk menghancurkan kota-kota yang dikuasai oposisi, dengan dukungan dari sekutu; Iran dan Rusia.

Menurut media pemerintah Rusia, dia telah melarikan diri ke Moskow.

2. Maher al-Assad



Adik dari presiden yang digulingkan ini adalah komandan Divisi Lapis Baja ke-4 Angkatan Darat rezim Suriah, yang oleh aktivis oposisi dituduh melakukan pembunuhan, penyiksaan, pemerasan, dan perdagangan narkoba, selain menjalankan pusat penahanannya sendiri.

Dia berada di bawah sanksi AS dan Eropa. Dia menghilang selama akhir pekan, dan Abdurrhaman mengatakan dia berhasil sampai ke Rusia.

Tahun lalu, otoritas Prancis mengeluarkan surat perintah penangkapan internasional untuk Maher al-Assad, bersama saudaranya dan dua jenderal Angkatan Darat, atas dugaan keterlibatan dalam kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan, termasuk dalam serangan senjata kimia tahun 2013 di pinggiran kota Damaskus yang dikuasai pemberontak.

3. Mayor Jenderal Ali Mamlouk



Mamlouk adalah penasihat keamanan Assad dan mantan kepala dinas intelijen rezim Suriah. Dia dicari di Lebanon atas dua ledakan di kota Tripoli di utara pada tahun 2012 yang menewaskan dan melukai puluhan orang.

Mamlouk juga dicari di Prancis setelah pengadilan memvonisnya dan beberapa orang lainnya secara in absentia atas keterlibatan dalam kejahatan perang dan menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup.

Persidangan difokuskan pada peran para pejabat dalam penangkapan seorang pria Prancis-Suriah dan putranya di Damaskus pada tahun 2013, serta penyiksaan dan pembunuhan yang mereka lakukan setelahnya.

Abdurrahman, seperti dikutipAP, Sabtu (14/12/2024),mengatakan Mamlouk melarikan diri ke Lebanon, dan tidak jelas apakah dia masih berada di negara itu di bawah perlindungan Hizbullah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!