Donald Trump Punya 3 Rencana untuk Setop Perang Ukraina dan Rusia
Kamis, 05 Desember 2024 - 17:26 WIB
Penasihat Trump dilaporkan bermaksud mencoba menekan kedua negara agar berunding dengan menggunakan strategi "wortel dan hukuman", menurut Reuters.
Washington akan menghentikan bantuan militer ke Kiev jika Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menolak berunding, dan lebih banyak pengiriman senjata jika Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan tidak bersedia terlibat dalam diplomasi, demikian penjelasan media tersebut.
Sampai pekan lalu, Trump belum mengadakan kelompok kerja pusat untuk menyusun rencana perdamaian terpadu, empat penasihat mengatakan kepada kantor berita tersebut dengan syarat anonim.
Kesepakatan antara Moskow dan Kiev kemungkinan akan bergantung pada keterlibatan pribadi langsung antara Trump, Putin, dan Zelensky, menurut para penasihat menekankan.
Selama kampanye kepresidenannya, Trump berulang kali mengklaim dia akan mengakhiri pertempuran antara Moskow dan Kiev dalam waktu 24 jam jika dia terpilih kembali, tetapi tidak pernah menjelaskan bagaimana tepatnya dia akan mencapainya.
Zelensky, yang sebelumnya dengan keras menolak kemungkinan membuat konsesi apa pun kepada Moskow, baru-baru ini melunakkan pendiriannya tentang masalah tersebut.
Washington akan menghentikan bantuan militer ke Kiev jika Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menolak berunding, dan lebih banyak pengiriman senjata jika Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan tidak bersedia terlibat dalam diplomasi, demikian penjelasan media tersebut.
Sampai pekan lalu, Trump belum mengadakan kelompok kerja pusat untuk menyusun rencana perdamaian terpadu, empat penasihat mengatakan kepada kantor berita tersebut dengan syarat anonim.
Kesepakatan antara Moskow dan Kiev kemungkinan akan bergantung pada keterlibatan pribadi langsung antara Trump, Putin, dan Zelensky, menurut para penasihat menekankan.
Selama kampanye kepresidenannya, Trump berulang kali mengklaim dia akan mengakhiri pertempuran antara Moskow dan Kiev dalam waktu 24 jam jika dia terpilih kembali, tetapi tidak pernah menjelaskan bagaimana tepatnya dia akan mencapainya.
Zelensky, yang sebelumnya dengan keras menolak kemungkinan membuat konsesi apa pun kepada Moskow, baru-baru ini melunakkan pendiriannya tentang masalah tersebut.
Lihat Juga :