Pemberontak Bangkit, Erdogan Peringatkan Pemerintah Suriah
Selasa, 03 Desember 2024 - 16:22 WIB
Menteri luar negeri dan kepala intelijen nasional Turki tengah melakukan "konsultasi berkelanjutan" dengan rekan-rekan mereka, imbuh Erdogan, seraya mencatat Ankara "terus memantau proses di lapangan."
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan tampaknya menyalahkan pemerintah di Damaskus atas serangan pemberontak yang dimulai pekan lalu.
"Alasan dimulainya kembali konflik berskala besar di Suriah adalah karena masalah-masalah yang saling terkait di negara itu belum terselesaikan selama lebih dari 13 tahun," papar Fidan dalam konferensi pers bersama Menlu Iran Abbas Araghchi.
Pemerintah Presiden Suriah Bashar Assad membuat "kesalahan" dengan mengabaikan "tuntutan sah oposisi" dan gagal terlibat dalam proses politik, menurut Fidan.
"Kami selalu mendukung perlindungan integritas dan persatuan teritorial Suriah. Kami akan mendukungnya mulai sekarang juga," imbuh Fidan.
Turki, Iran, dan Rusia menandatangani perjanjian pada tahun 2017 untuk mendukung integritas teritorial Suriah dan mengakhiri perang yang dimulai oleh pemberontak antipemerintah pada tahun 2011.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan tampaknya menyalahkan pemerintah di Damaskus atas serangan pemberontak yang dimulai pekan lalu.
"Alasan dimulainya kembali konflik berskala besar di Suriah adalah karena masalah-masalah yang saling terkait di negara itu belum terselesaikan selama lebih dari 13 tahun," papar Fidan dalam konferensi pers bersama Menlu Iran Abbas Araghchi.
Pemerintah Presiden Suriah Bashar Assad membuat "kesalahan" dengan mengabaikan "tuntutan sah oposisi" dan gagal terlibat dalam proses politik, menurut Fidan.
"Kami selalu mendukung perlindungan integritas dan persatuan teritorial Suriah. Kami akan mendukungnya mulai sekarang juga," imbuh Fidan.
Turki, Iran, dan Rusia menandatangani perjanjian pada tahun 2017 untuk mendukung integritas teritorial Suriah dan mengakhiri perang yang dimulai oleh pemberontak antipemerintah pada tahun 2011.
Lihat Juga :