Selandia Baru Kembali Menumbuhkan Semangat Toleransi
Jum'at, 28 Agustus 2020 - 12:13 WIB
Sidang pada Rabu (26/8) diwarnai derai air mata, pembacaan Alquran, dan foto-foto para korban.
"Nama saya Sara Qasem. Putri dari seorang pria yang bersinar redup... Abdelfattah Qasem - ingatlah nama itu," kata perempuan berusia 24 tersebut. Dia menceritakan saat-saat terakhir ayahnya, dengan mengatakan: "Saya bertanya-tanya apakah ia kesakitan, apakah ketakutan, dan apa yang dipikirkan di saat-saat terakhir. Dan lebih dari apapun di dunia, saya berharap saya bisa berada di sana memegang tangannya dan mengatakan semuanya baik-baik saja. Tapi saya tidak bisa melakukan itu." (Lihat videonya: Dua Kali Ditangkap Warga, Macan Tutul Jawa Dilepas Liarkan ke Habitatnya)
Kemudian Hamimah Tuyan, istri Zekeriya Tuyan, yang berjuang selama 48 hari sebelum meninggal karena luka-lukanya, mengatakan ia merindukan suaminya. "Tidak ada uang sebanyak apa pun yang dapat mengembalikan ayah dari anak-anak saya dan suami saya. Saya merindukan masakan [nya], lelucon tak lucunya yang khas bapak-bapak, dengkurannya. Dia adalah pengawal saya, penghibur saya, penenang saya, sahabat saya," katanya. (Andika H Mustaqim)
"Nama saya Sara Qasem. Putri dari seorang pria yang bersinar redup... Abdelfattah Qasem - ingatlah nama itu," kata perempuan berusia 24 tersebut. Dia menceritakan saat-saat terakhir ayahnya, dengan mengatakan: "Saya bertanya-tanya apakah ia kesakitan, apakah ketakutan, dan apa yang dipikirkan di saat-saat terakhir. Dan lebih dari apapun di dunia, saya berharap saya bisa berada di sana memegang tangannya dan mengatakan semuanya baik-baik saja. Tapi saya tidak bisa melakukan itu." (Lihat videonya: Dua Kali Ditangkap Warga, Macan Tutul Jawa Dilepas Liarkan ke Habitatnya)
Kemudian Hamimah Tuyan, istri Zekeriya Tuyan, yang berjuang selama 48 hari sebelum meninggal karena luka-lukanya, mengatakan ia merindukan suaminya. "Tidak ada uang sebanyak apa pun yang dapat mengembalikan ayah dari anak-anak saya dan suami saya. Saya merindukan masakan [nya], lelucon tak lucunya yang khas bapak-bapak, dengkurannya. Dia adalah pengawal saya, penghibur saya, penenang saya, sahabat saya," katanya. (Andika H Mustaqim)
(ysw)
Lihat Juga :