Ini Sejarah Perang Berdarah Israel vs Hizbullah dari Masa ke Masa
Selasa, 24 September 2024 - 12:23 WIB
4. Penarikan Pasukan Israel Tahun 2000 dan Perang Juli 2006
Pada bulan Mei 2000, pasukan Israel secara sepihak menarik diri dari Lebanon selatan setelah hampir dua dekade pendudukan, sebuah langkah yang sebagian besar dikaitkan dengan perlawanan Hizbullah.
Kemenangan ini memperkuat status Hizbullah bukan hanya sebagai milisi, tetapi juga sebagai kekuatan politik yang tangguh di Lebanon dan simbol perlawanan Arab terhadap Israel.
Pada tahun 2006, ketegangan yang membara memuncak saat Hizbullah menangkap dua tentara Israel, yang menyebabkan Perang Juli. Perang selama 34 hari tersebut mengakibatkan banyak korban: 1.200 warga Lebanon dan 158 warga Israel.
Pada tahun 2009, Hizbullah tidak lagi hanya menjadi milisi atau gerakan perlawanan dan telah menjadi kekuatan militer dan politik yang dominan di Lebanon.
Kekuatan tersebut semakin ditunjukkan selama perang saudara di Suriah.
Dimulai pada tahun 2012, Hizbullah melakukan intervensi atas nama rezim Presiden Bashar al-Assad, sebuah langkah yang membuatnya kehilangan dukungan dari kalangan Arab tetapi memperkuat aliansinya dengan Iran dan memperkuat pengalamannya di medan perang.
Perang Gaza yang pecah sejak 7 Oktober 2023 membawa Hizbullah kembali ke konfrontasi langsung dengan Israel.
Ketika Hamas melancarkan serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Israel pada 7 Oktober 2023, Hizbullah meningkatkan konflik, meluncurkan serangan roket dari Lebanon dan menghadapi serangan balasan.
Konflik itu berlanjut hingga hari ini, di mana Israel membombardir Lebanon sejak Senin dengan dalih memerangi Hizbullah.
Pada bulan Mei 2000, pasukan Israel secara sepihak menarik diri dari Lebanon selatan setelah hampir dua dekade pendudukan, sebuah langkah yang sebagian besar dikaitkan dengan perlawanan Hizbullah.
Kemenangan ini memperkuat status Hizbullah bukan hanya sebagai milisi, tetapi juga sebagai kekuatan politik yang tangguh di Lebanon dan simbol perlawanan Arab terhadap Israel.
Pada tahun 2006, ketegangan yang membara memuncak saat Hizbullah menangkap dua tentara Israel, yang menyebabkan Perang Juli. Perang selama 34 hari tersebut mengakibatkan banyak korban: 1.200 warga Lebanon dan 158 warga Israel.
5. Konflik Regional 2009-2024
Pada tahun 2009, Hizbullah tidak lagi hanya menjadi milisi atau gerakan perlawanan dan telah menjadi kekuatan militer dan politik yang dominan di Lebanon.
Kekuatan tersebut semakin ditunjukkan selama perang saudara di Suriah.
Dimulai pada tahun 2012, Hizbullah melakukan intervensi atas nama rezim Presiden Bashar al-Assad, sebuah langkah yang membuatnya kehilangan dukungan dari kalangan Arab tetapi memperkuat aliansinya dengan Iran dan memperkuat pengalamannya di medan perang.
Perang Gaza yang pecah sejak 7 Oktober 2023 membawa Hizbullah kembali ke konfrontasi langsung dengan Israel.
Ketika Hamas melancarkan serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Israel pada 7 Oktober 2023, Hizbullah meningkatkan konflik, meluncurkan serangan roket dari Lebanon dan menghadapi serangan balasan.
Konflik itu berlanjut hingga hari ini, di mana Israel membombardir Lebanon sejak Senin dengan dalih memerangi Hizbullah.
(mas)
Lihat Juga :