Swiss akan Usir Ratusan Ilmuwan Rusia dari Laboratorium Fisika Partikel CERN
Sabtu, 21 September 2024 - 14:45 WIB
Memutus hubungan dengan Rusia juga akan berarti kemunduran bagi penelitian ilmiah, Hannes Jung, fisikawan partikel di German Electron Synchrotron di Hamburg, yang juga bekerja dengan CERN, mengatakan kepada Nature.
"Itu akan meninggalkan lubang. Saya pikir adalah ilusi untuk percaya bahwa seseorang dapat menutupinya dengan sangat mudah oleh ilmuwan lain," ujar Jung, yang juga merupakan anggota Forum Science4Peace, kelompok yang berkampanye menentang pembatasan dalam kerja sama ilmiah internasional.
CERN masih diharapkan untuk terus bekerja dengan Joint Institute for Nuclear Research (JINR), pusat penelitian antarpemerintah yang terletak di dekat Moskow yang mengoperasikan hadron collider miliknya sendiri, meskipun lebih kecil.
Organisasi tersebut berpendapat perjanjiannya dengan JINR terpisah dari perjanjian dengan negara Rusia.
Namun, keputusan untuk melanjutkan, masih menuai kecaman dari Ukraina, yang merupakan anggota asosiasi CERN.
Baca juga: Bulgaria Menolak Keras Dikaitkan Ledakan Pager di Lebanon dan Suriah
"Itu akan meninggalkan lubang. Saya pikir adalah ilusi untuk percaya bahwa seseorang dapat menutupinya dengan sangat mudah oleh ilmuwan lain," ujar Jung, yang juga merupakan anggota Forum Science4Peace, kelompok yang berkampanye menentang pembatasan dalam kerja sama ilmiah internasional.
CERN masih diharapkan untuk terus bekerja dengan Joint Institute for Nuclear Research (JINR), pusat penelitian antarpemerintah yang terletak di dekat Moskow yang mengoperasikan hadron collider miliknya sendiri, meskipun lebih kecil.
Organisasi tersebut berpendapat perjanjiannya dengan JINR terpisah dari perjanjian dengan negara Rusia.
Namun, keputusan untuk melanjutkan, masih menuai kecaman dari Ukraina, yang merupakan anggota asosiasi CERN.
Baca juga: Bulgaria Menolak Keras Dikaitkan Ledakan Pager di Lebanon dan Suriah
(sya)
Lihat Juga :