Jadi Agen Iran, Pria Israel Ini Hendak Bunuh PM Netanyahu Cs

Jum'at, 20 September 2024 - 09:28 WIB
Penangkapan itu menyoroti perang intelijen yang terjadi bersamaan dengan meningkatnya konflik di perbatasan Israel dengan Lebanon selatan.

Minggu lalu, Shin Bet mengungkap apa yang disebutnya sebagai rencana oleh kelompok Hizbullah Lebanon untuk membunuh seorang mantan pejabat senior pertahanan, yang kemudian diidentifikasi sebagai mantan Kepala Staf Angkatan Darat yang juga mantan Menteri Pertahanan Moshe Ya'alon.

Pengumuman penangkapan itu muncul sehari setelah Hizbullah diserang untuk hari kedua berturut-turut oleh serangan canggih yang meledakkan peralatan komunikasi dari jarak jauh.

Ledakan di radio genggam menewaskan sedikitnya 20 orang dan melukai lebih dari 450 orang. Sehari sebelumnya, ratusan perangkat pager Hezbollah meledak secara bersamaan, menewaskan 12 orang termasuk dua anak-anak dan melukai ribuan orang.

Israel belum berkomentar langsung mengenai serangan tersebut, tetapi beberapa sumber keamanan mengatakan badan mata-mata Israel; Mossad, bertanggung jawab.

Tersangka juga diminta untuk melakukan tugas tambahan, termasuk merekrut anggota Mossad Israel untuk menjadi agen ganda, lanjut pernyataan polisi dan Shin Bet.

Setelah meminta uang muka sebesar USD1 juta, tersangka diberi 5.000 euro untuk ikut serta dalam pertemuan tersebut dan diberi tahu bahwa dia akan dihubungi di masa mendatang.

"Ini adalah kasus yang sangat serius yang menggambarkan upaya besar agen intelijen Iran untuk merekrut warga negara Israel guna mendukung kegiatan teroris di Israel," kata seorang pejabat senior Shin Bet.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!