Jadi Agen Iran, Pria Israel Ini Hendak Bunuh PM Netanyahu Cs
Jum'at, 20 September 2024 - 09:28 WIB
"Dia adalah seorang pengusaha yang tinggal di Turki untuk waktu yang lama dan memelihara hubungan dengan orang Turki dan Iran yang memperkenalkannya melalui telepon kepada seorang pengusaha Iran bernama Eddie," imbuh pernyataan polisi dan Shin Bet.
Disebutkan bahwa tersangka pertama kali mengunjungi Iran pada bulan Mei 2024 untuk bertemu Eddie, setelah Eddie mengalami "kesulitan meninggalkan" Iran.
Dia juga bertemu dengan seseorang bernama Hajjah, yang diperkenalkan sebagai seorang agen keamanan Iran, imbuh pernyataan tersebut.
Tersangka diminta selama perjalanannya untuk melakukan misi di Israel, termasuk mentransfer "uang atau senjata" dan mengambil gambar tempat-tempat umum yang ramai.
Pada bulan Agustus, penyelidikan polisi dan Shin Bet menemukan bahwa tersangka diselundupkan ke Iran dengan sebuah truk untuk kunjungan berikutnya.
"Selama di sana, dia bertemu dengan agen intelijen Iran lainnya dan diminta oleh mereka untuk melakukan kegiatan teroris bagi Iran di tanah Israel, termasuk mempromosikan serangan pembunuhan," imbuh pernyataan polisi dan Shin Bet.
Beberapa pembunuhan yang diusulkan itu disebut sebagai balas dendam atas pembunuhan kepala politik Hamas Ismail Haniyeh di Teheran pada bulan Juli, menurut pernyataan tersebut.
Iran dan Hamas menuduh Israel berada di balik kematian Haniyeh. Namun Israel tidak mengaku maupun menyangkal keterlibatannya dalam pembunuhan tersebut.
Disebutkan bahwa tersangka pertama kali mengunjungi Iran pada bulan Mei 2024 untuk bertemu Eddie, setelah Eddie mengalami "kesulitan meninggalkan" Iran.
Dia juga bertemu dengan seseorang bernama Hajjah, yang diperkenalkan sebagai seorang agen keamanan Iran, imbuh pernyataan tersebut.
Tersangka diminta selama perjalanannya untuk melakukan misi di Israel, termasuk mentransfer "uang atau senjata" dan mengambil gambar tempat-tempat umum yang ramai.
Pada bulan Agustus, penyelidikan polisi dan Shin Bet menemukan bahwa tersangka diselundupkan ke Iran dengan sebuah truk untuk kunjungan berikutnya.
"Selama di sana, dia bertemu dengan agen intelijen Iran lainnya dan diminta oleh mereka untuk melakukan kegiatan teroris bagi Iran di tanah Israel, termasuk mempromosikan serangan pembunuhan," imbuh pernyataan polisi dan Shin Bet.
Beberapa pembunuhan yang diusulkan itu disebut sebagai balas dendam atas pembunuhan kepala politik Hamas Ismail Haniyeh di Teheran pada bulan Juli, menurut pernyataan tersebut.
Iran dan Hamas menuduh Israel berada di balik kematian Haniyeh. Namun Israel tidak mengaku maupun menyangkal keterlibatannya dalam pembunuhan tersebut.
Lihat Juga :