4 Tahun Perjanjian Abraham, Ini Pengkhianatan Nyata Israel terhadap Negara Arab

Selasa, 17 September 2024 - 13:44 WIB
Perjanjian Abraham telah menjungkirbalikkan rencana tersebut dengan menunjukkan bahwa Israel tidak harus berkompromi untuk mendapatkan pengakuan di dunia Arab dan Muslim.

Penulis Palestina Muhammad Shehada pernah menulis dalam sebuah opini yang diterbitkan oleh The New Arab pada Agustus 2021: "Perjanjian tersebut ada hubungannya dengan keputusasaan rezim otokratis untuk mengamankan takhta mereka sendiri dan memperkuat kekuasaan mereka."

Mengutip laporan The New Arab, Selasa (17/9/2024), salah satu syarat Uni Emirat Arab setuju melakukan normalisasi hubungan dengan Israel melalui Perjanjian Abraham adalah rezim Zionis harus setuju untuk menangguhkan rencana mencaplok wilayah di Tepi Barat.

Faktanya, permukiman ilegal Israel yang menampung ratusan ribu orang tetap berada di wilayah Palestina, dengan populasi pemukim meningkat dan pos-pos permukiman ilegal baru diumumkan. Inilah pengkhianatan nyata Israel terhadap Uni Emirat Arab.

Menurut kelompok Israel Peace Now, pada bulan Juni tahun ini Israel mengesahkan perampasan tanah Tepi Barat terbesarnya sejak Perjanjian Oslo 1993 antara Israel dan Palestina.

Dalam sebuah artikel majalah TIME yang diterbitkan pada bulan Desember lalu, Sarah Leah Whitson, direktur eksekutif kelompok hak asasi manusia Democracy for the Arab World Now (DAWN), menulis bahwa alih-alih "mengekang pelanggaran Israel", Perjanjian Abraham telah "membuat pemerintah Israel berturut-turut semakin berani untuk mengabaikan hak-hak Palestina".

"DAWN telah secara terbuka menyerukan kepada UEA, Bahrain, Maroko, dan Sudan untuk segera menarik diri dari perjanjian tersebut dan, bersama dengan penandatangan perjanjian damai Mesir dan Yordania, mengakhiri semua koordinasi militer dengan Israel," tulis Whitson.

Israel telah melancarkan perang brutal di Jalur Gaza sejak Oktober tahun lalu dalam sebuah serangan yang telah menewaskan 41.206 orang, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.

Rumah sakit, tempat ibadah, dan bangunan tempat tinggal telah diserang, dan Afrika Selatan menuduh Israel melakukan genosida dalam gugatan di Mahkamah Internasional—pengadilan tertinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Warga Palestina di Tepi Barat juga menderita di tangan pasukan dan pemukim Israel, dengan ratusan orang tewas sejak 7 Oktober 2023, tanggal dimulainya perang Gaza.
Halaman :
tulis komentar anda
Follow
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Video Rekomendasi
Berita Terkait
Rekomendasi
Terpopuler
Berita Terkini More