Junta Militer Ngamuk Bombardir Banyak Wilayah Myanmar, 40 Warga Sipil Tewas

Minggu, 08 September 2024 - 10:47 WIB
Kelompok perlawanan dan badan hak asasi manusia kini mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Uni Eropa, dan ASEAN untuk segera mengambil tindakan, termasuk melarang ekspor bahan bakar penerbangan dan amunisi ke militer Myanmar.

Pada hari Jumat, pesawat junta mengebom sebuah sekolah di Desa Lat Yat Ma, Wilayah Magwe, menewaskan enam orang, termasuk seorang anak, dan melukai lebih dari sepuluh orang lainnya.

Serangan itu juga menghancurkan gedung sekolah dan rumah, serta membunuh hewan-hewan ternak. Pada hari yang sama, serangan udara dilaporkan terjadi di Natogyi, Wilayah Mandalay dan Mindat, Negara Bagian Chin.

Di Negara Bagian Shan utara, serangan mematikan terjadi pada pukul 01.35 dini hari pada hari Jumat ketika jet tempur junta menjatuhkan bom di kota Namkham, menewaskan 13 warga sipil, termasuk seorang wanita hamil dan seorang anak.

Beberapa jam sebelumnya, sebuah kamp pengungsi di Pekon, Negara Bagian Shan selatan dibom, menewaskan 10 orang, termasuk delapan anak-anak.

Hanya beberapa jam sebelumnya, sebuah jet tempur rezim militer mengebom sebuah kamp pengungsi internal (IDP) di Pekon, Negara Bagian Shan selatan, yang mengakibatkan kematian 10 warga sipil, termasuk delapan anak-anak, dan melukai 14 lainnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!