Ukraina Awalnya Merahasiakan Invasi ke Kursk dari Barat, Berikut 3 Pemicunya
Senin, 19 Agustus 2024 - 18:40 WIB
Terkait dugaan kebocoran tersebut, hal ini mungkin merujuk pada serangan balik musim panas 2023 yang berakhir dengan kegagalan bagi pasukan Ukraina. Zelensky mengklaim pada bulan Februari bahwa rencana operasi tersebut telah "dibahas Kremlin bahkan sebelum [operasi] itu dimulai."
Saat ketegangan meningkat, Syrsky merancang apa yang digambarkan The Economist sebagai "perjudian berani yang lahir dari keputusasaan," dengan beberapa skenario yang tersedia. Ini termasuk serangan terhadap wilayah perbatasan Kursk atau Bryansk, atau kombinasi keduanya. "Tujuan utamanya adalah untuk menarik pasukan [Rusia] menjauh dari cengkeraman Donbass, dan untuk menciptakan alat tawar-menawar untuk setiap negosiasi di masa mendatang," kata demikian tulis The Economist.
Baca Juga: Presiden Belarusia: Invasi Ukraina ke Kursk Mendorong Rusia Melancarkan Serangan Bom Nuklir
2. Panglima Militer Ukraina Hampir Dipecat
Menurut sumber-sumber yang mengetahui perencanaan serangan besar-besaran Kiev di Wilayah Kursk Rusia, komandan militer tertinggi Ukraina, Aleksandr Syrsky, hampir dipecat hanya beberapa minggu sebelum operasi dimulai karena garis depan yang runtuh di Donbass.Saat ketegangan meningkat, Syrsky merancang apa yang digambarkan The Economist sebagai "perjudian berani yang lahir dari keputusasaan," dengan beberapa skenario yang tersedia. Ini termasuk serangan terhadap wilayah perbatasan Kursk atau Bryansk, atau kombinasi keduanya. "Tujuan utamanya adalah untuk menarik pasukan [Rusia] menjauh dari cengkeraman Donbass, dan untuk menciptakan alat tawar-menawar untuk setiap negosiasi di masa mendatang," kata demikian tulis The Economist.
Baca Juga: Presiden Belarusia: Invasi Ukraina ke Kursk Mendorong Rusia Melancarkan Serangan Bom Nuklir
3. Barat Akhirnya Mendukung Penuh
The Economist mencatat bahwa "ketika dihadapkan dengan kenyataan yang sudah ada, Barat tidak keberatan." Banyak pejabat Barat telah menyuarakan dukungan untuk serangan terhadap Rusia, dengan alasan bahwa Kiev memiliki "hak untuk membela diri."Lihat Juga :