Ukraina Awalnya Merahasiakan Invasi ke Kursk dari Barat, Berikut 3 Pemicunya

Senin, 19 Agustus 2024 - 18:40 WIB
AS bersikeras bahwa mereka tidak terlibat dalam persiapan serangan Kursk. Namun, mantan Sekretaris Dewan Keamanan Rusia Nikolay Patrushev berpendapat bahwa Kiev tidak akan pernah berani melancarkan operasi semacam itu tanpa dukungan Washington, seraya menambahkan bahwa NATO memasok Ukraina dengan senjata, instruktur militer, dan intelijen.

Saat pertempuran berkecamuk di Wilayah Kursk, The Economist mengutip pernyataan tentara Ukraina yang mengatakan bahwa mereka "sudah mulai melihat tingkat perlawanan yang berbeda," dengan korban yang terus bertambah.

Sementara pasukan Kiev telah menduduki sebagian wilayah perbatasan, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan bahwa kemajuan telah dihentikan. Menurut Moskow, Ukraina telah kehilangan lebih dari 3.400 personel militer dan sekitar 400 kendaraan lapis baja dalam serangan tersebut.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!