Netanyahu dan Menhan Israel Bertikai Hebat soal Tujuan Perang Gaza
Selasa, 13 Agustus 2024 - 20:45 WIB
Kemudian pada hari itu, kantor Netanyahu mengeluarkan pernyataan, menuduh Gallant mengambil sikap "anti-Israel", dan menyarankan agar dia mengarahkan kritiknya kepada Pemimpin Hamas Yahya Sinwar, dengan menggambarkannya sebagai "satu-satunya hambatan" untuk mencapai kesepakatan.
"Ketika Gallant mengambil narasi anti-Israel, dia merusak peluang untuk mencapai kesepakatan penyanderaan," ungkap bunyi pernyataan kantor Netanyahu, seperti dikutip Times of Israel.
Pernyataan tersebut menegaskan kembali janji "kemenangan mutlak" Netanyahu, yang dilaporkan dipandang oleh cabinet Israel sebagai hal yang diperlukan untuk mengakhiri permusuhan dan membebaskan lebih dari 100 sandera yang tersisa yang masih diculik Hamas setelah serangannya pada tanggal 7 Oktober terhadap Israel.
"Ini adalah arahan yang jelas dari Perdana Menteri Netanyahu dan kabinet, dan ini mengikat semua orang, termasuk Gallant," bunyi pernyataan kantor Netanyahu.
Pernyataan tersebut tidak menyebutkan kemungkinan untuk mencopot Gallant dari jabatannya, dan media Israel kemudian melaporkan Netanyahu tidak mempertimbangkan langkah tersebut.
Pertengkaran hebat itu menarik perhatian Hamas, dengan anggota biro politik Izzat al-Rishq mengatakan pada Senin malam bahwa, “Kata-kata Gallant mengkonfirmasi apa yang selalu kami katakan: bahwa Netanyahu berbohong kepada dunia" dan "yang dia pedulikan hanyalah kelanjutan dan perluasan perang."
"Ketika Gallant mengambil narasi anti-Israel, dia merusak peluang untuk mencapai kesepakatan penyanderaan," ungkap bunyi pernyataan kantor Netanyahu, seperti dikutip Times of Israel.
Pernyataan tersebut menegaskan kembali janji "kemenangan mutlak" Netanyahu, yang dilaporkan dipandang oleh cabinet Israel sebagai hal yang diperlukan untuk mengakhiri permusuhan dan membebaskan lebih dari 100 sandera yang tersisa yang masih diculik Hamas setelah serangannya pada tanggal 7 Oktober terhadap Israel.
"Ini adalah arahan yang jelas dari Perdana Menteri Netanyahu dan kabinet, dan ini mengikat semua orang, termasuk Gallant," bunyi pernyataan kantor Netanyahu.
Pernyataan tersebut tidak menyebutkan kemungkinan untuk mencopot Gallant dari jabatannya, dan media Israel kemudian melaporkan Netanyahu tidak mempertimbangkan langkah tersebut.
Pertengkaran hebat itu menarik perhatian Hamas, dengan anggota biro politik Izzat al-Rishq mengatakan pada Senin malam bahwa, “Kata-kata Gallant mengkonfirmasi apa yang selalu kami katakan: bahwa Netanyahu berbohong kepada dunia" dan "yang dia pedulikan hanyalah kelanjutan dan perluasan perang."
Lihat Juga :