Aleksey Turchin: Peneliti yang Berusaha Wujudkan Kehidupan Abadi

Senin, 24 Agustus 2020 - 03:05 WIB
Akan tetapi, ia mengatakan bahwa versi yang lebih sederhana dan tidak sempurna dari kecerdasan buatan itu bahkan mungkin muncul dalam dua dekade mendatang. Dia menyebut, pandemi Covid-19 yang sedang berlangsung mungkin memiliki peran dalam pengembangan penelitian ini.

(Baca: Peter Carey: Raja Islam Jawa dengan Turki Utsmani Tak Ada Hubungan )

"Pandemi akan meningkatkan minat publik pada biologi, virologi, dan upaya memperpanjang hidup, karena Covid-19 memiliki kecenderungan untuk lebih sering menyerang orang yang lebih tua. Oleh karena itu, kita akan melihat bahwa sistem perawatan kesehatan yang lebih efisien sangat dibutuhkan untuk menghadapi ancaman semacam itu. Ini mungkin berpotensi menyebabkan tenaga medis mendapatkan lebih banyak kekuatan dalam menentukan prioritas penelitian kami dan membawa umat manusia lebih dekat kepada perpanjangan harapan hidup rata-rata," jelas Turchin.

Dirinya yakin, umat manusia pasti akan melihat kemunculan keabadian digital dalam berbagai bentuk, tetapi apa yang orang-orang lihat saat ini dalam film-fil fiksi ilmiah bukanlah sesuatu yang dapat ditemui dalam kehidupan nyata. Dalam pandangannya, situasi yang ideal adalah ketika manusia menciptakan kecerdasan buatan yang akan menjadi "teman" bagi umat manusia.

"Kecerdasan buatan itu akan tertarik dalam melestarikan nilai-nilai kemanusiaan, mampu menciptakan model lengkap sejarah kita dan menciptakan kembali setiap individu sebagai bagian dari simulasi ini. Dengan demikian, itu akan memungkinkan kita mendapatkan kesempatan untuk hidup untuk kedua kalinya," tukasnya.
Dapatkan berita terbaru, follow WhatsApp Channel SINDOnews sekarang juga!
(esn)
Halaman :
tulis komentar anda
Video Rekomendasi
Berita Terkait
Rekomendasi
Terpopuler
Berita Terkini More